Ahad, 21 Ogos 2011

MUWASSOFAT TARBIYAH @ TARBIYAH CHARACTERS


1. Salimul Aqidah
Aqidah yang bersih (salimul aqidah) merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah Swt dan dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam (QS 6:162).
Karena memiliki aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam da’wahnya kepada para sahabat di Makkah, Rasulullah Saw mengutamakan pembinaan aqidah, iman atau tauhid.

2. Shahihul Ibadah.
Ibadah yang benar (shahihul ibadah) merupakan salah satu perintah Rasul Saw yang penting, dalam satu haditsnya; beliau menyatakan: “solatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku solat”. Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap ibadah haruslah merujuk kepada sunnah Rasul Saw yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.

3. Matinul Khuluq.
Akhlak yang kokoh (matinul khuluq) atau akhlak yang mulia merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat.
Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah Saw ditutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman yang artinya: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung” (QS 68:4).

4. Qowiyyul Jismi.
Kekuatan jasmani (qowiyyul jismi) merupakan salah satu sisi peribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani bererti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Solat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sihat atau kuat, apalagi perang di jalan Allah dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya.
Oleh karena itu, kesihatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi, dan jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk yang penting, maka Rasulullah Saw bersabda yang artinya: “Mu’min yang kuat lebih aku cintai daripada mu’min yang lemah” (HR. Muslim).

5. Mutsaqqoful Fikri
Intelek dalam berpikir (mutsaqqoful fikri) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas) dan Al-Qur’an banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berpikir, misalnya firman Allah yang artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang, khamar dan judi. Katakanlah: “pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir” (QS 2:219).
Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktivitas berpikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. Bisa kita bayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatkan pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu.
Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang sebagaimana firman-Nya yang artinya: Katakanlah: “samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?”, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran (QS 39:9).

6. Mujahadatul Linafsihi.
Berjuang melawan hawa nafsu (mujahadatul linafsihi) merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim, karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan dan kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu.
Oleh karena itu hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: “Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran islam)” (HR. Hakim).

7. Harishun Ala Waqtihi.
Pandai menjaga waktu (harishun ala waqtihi) merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu itu sendiri mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah Swt banyak bersumpah di dalam Al-Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan sebagainya.
Allah Swt memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama setiap, yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan: “Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu”. Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi.
Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk mengurus waktunya dengan baik, sehingga waktu dapat berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi Saw adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.

8. Munazhzhamun fi Syuunihi.
Teratur dalam suatu urusan (munzhzhamun fi syuunihi) termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al-Qur’an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya.
Dengan kata lain, suatu urusan dikerjakan secara profesional, sehingga apapun yang dikerjakannya, profesionalisme selalu mendapat perhatian darinya. Bersungguh-sungguh, bersemangat dan berkorban, adanya kontinyuitas dan berbasih ilmu pengetahuan merupakan diantara yang mendapat perhatian secara serius dalam menunaikan tugas-tugasnya.

9. Qodirun Alal Kasbi.
Memiliki kemampuan usaha sendiri atau yang juga disebut dengan mandiri (qodirun alal kasbi) merupakan ciri lain yang harus ada pada seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan apabila seseorang memiliki kemandirian, terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Disebabkan itu pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya raya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah, dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al-Qur’an maupun hadits dan hal itu memiliki keutamaan yang sangat tinggi.
Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik, agar dengan keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rezeki dari Allah Swt, karena rezeki yang telah Allah sediakan harus diambil dan mengambilnya memerlukan skill atau ketrampilan.

10. Nafi’un Lighoirihi.
Bermanfaat bagi orang lain (nafi’un lighoirihi) merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaannya karena bermanfaat besar. Maka jangan sampai seorang muslim adanya tidak menggenapkan dan tidak adanya tidak mengganjilkan. Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berpikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dalam hal-hal tertentu sehingga jangan sampai seorang muslim itu tidak bisa mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya.
Dalam kaitan inilah, Rasulullah saw bersabda yang artinya: “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Qudhy dari Jabir).

AKU INGIN MENJADI LELAKI IDAMAN WANITA


Lelaki tulen.
Tahu hakikat yang dia dijadikan sebagai lelaki dan dari itu bersifat sebagai lelaki dan tidak bertingkah laku hingga terkeluar dari kategori lelaki

Lelaki yang berharga.
Lelaki yang tidak cemburu buta kerana lelaki yang cemburu itu lemah dan cemburu itu melambangkan bahawa dirinya tidak berharga.

Lelaki yang teguh jiwa.
Tidak mudah mengalirkan air mata. Bila lelaki menangis, maka harga dirinya hilang kerana air mata adalah perhiasan hati wanita.

Lelaki yang sederhana.
Tidak meninggi diri dan tidak pula terlalu merendah diri.

Lelaki yang cantik.
Wanita menganggap kecantikan lelaki berada pada perangainya dan kebersihan hatinya.

Lelaki yang punya pendirian
Lelaki yang berpegang teguh pada kata-katanya dan menunaikan janji bila berjanji.

Lelaki yang kemas dan bersih.
Menjaga kebersihan serta rapi. Pakaiannya kemas dan tidak nampak canggung.

Lelaki yang cerdik.
Cepat faham apa yang dikehendaki oleh wanita tanpa perlu disebutkan.

Lelaki yang cekap.
Segera memberikan kepada wanita apa yang dihajati tanpa perlu diminta terlebih dahulu.

Lelaki yang bijak.
Tidak suka bercerita tentang kelebihan atau ketampanan dirinya.

Lelaki yang tabah.
Tidak mudah hilang akal bila menghadapi masalah dan tidak bingung atau kalut bila menghadapi suasana menekan, kesuntukan masa, atau cemas.

Lelaki yang berwawasan.
Tidak melakukan sesuatu tanpa merancang. Objketif dan cekal dalam mengejar cita-citanya. Masa digunakan untuk perkara yang produktif.

Lelaki yang baik.
Tidak suka hidup berfoya. Taat kepada suruhan agama. Tidak berjudi, berzina atau minum arak.

Lelaki yang sopan.
Tahu menghormati orang tua serta pandai mengambil hati.

Lelaki yang mengasihi.
Walaupun mungkin dia tidak menyatakan kasihnya pada wanita itu. Suatu masa,wanita berharap lelaki ini akan meluahkan perasaan kasihnya itu.

Lelaki yang ceria.
Boleh berjenaka dan berkongsi cerita. Tidak selalu sugul dan berkerut-kerut dahinya.

JADILAH PENGKAJI DAN JADILAH PEMIKIR


Politik. Macam-macam pengibaratan suasana politik. Ada yang kata ibarat sampah. Ada yang kata ibarat bangkai. Dan ada 1001 ibarat lagi. (maaf ya, ini bukan post politik, ini pandangan saya)

Saya masih lagi teringat kata – kata pensyarah saya, En Hasnul Hadi. Dia ada mengatakan, “Sebagai warga muda dan warga pendidik, kita harus mengkaji suasana dan pekembangan negara kita.”

“Kamu tidak harus bergantung kepada satu sumber sahaja. Bacalah maklumat dari pelbagai jenis sumber, samada bercetak ataupun internet. Tidak kiralah dari media alternatif atau perdana, blog atau sebagainya. Kaji, banding dan fikirkan secara waras”

kata – kata tersebut sangat mendalam bagi saya

Tidak semestinya semua perkara itu benar



Satu perkara yang perlu difahami manusia adalah, perkara yang belaku disekitar dunia ini tidak semesti semuanya benar. Semakin dikaji, semakin bercelaru faktanya.

Ya benar. Sebagai contoh jika timbul sesuatu isu, apabila kita membaca 2 – 3 jenis surat khabar, berita, blog dan sebagainya untuk mengetahui lebih lanjut tentang sesuatu isu, maka laporan yang akan kita dapat dari media – media ini boleh dikatakan bercanggah antara satu sama lain.

Namun, kita dikurniakan satu anugerah yang paling berharga, iaitu AKAL.

Kerana akal inilah kita berstatus lebih mulia dari haiwan. Oleh kita seharusnya memanfaatkan anugerah kita ini dengan sebaiknya iaitu dengan BERFIKIR.

Berfikirlah secara matang dan jauh, kerana sesuatu yang berlaku diseliling kita pasti akan sedikit sebanyak akan menjejaskan kita.

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri” Surah Ar-Ra’d ayat 11


Pelajar dan Politik?

Ada sesetengah orang dewasa berpandangan orang muda tidak perlu ambil tahu perihal isu – isu semasa, khasnya politik.

alasan mereka mudah, habiskan dulu pengajian, baru ambil tahu hal politik.

Saya tidak bersetuju dengan pemikiran sebegini, ini adalah pemikiran yang tidak matang

Kerana pengajian tinggilah tempat terbaik pelajar – pelajar mula menceburi bidang politik. Ingatlah, generasi masa kini merupakan bakal pemimpin pada masa hadapan.

lihatlah kepada Usamah bin Zaid RA. Direkodkan bahawa ketika dia berumur 18 tahun, dia telah diangkat untuk menjadi seorang jeneral yang menggepalai tentera menentang Romawi. Lebih mengkagumkan, pada usianya 19 tahun, dia berjaya menewaskan Romawi dengan kejayaan.

kita pada waktu ini, bagaimana?

Dalam konteks Malaysia, tidak semestinya parti pembangkang itu pembangkang itu adalah buruk, dan tidak semestinya parti yang memegang tampuk pemerintahan itu selalu membuat silap. Intinya disini adalah, gunalah akal kita untuk menilai setiap sesuatu perkara.

“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.” Surah Al-Maidah ayat 49.

Generasi kini adalah generasi celik IT, maka gunakan kesempatan ini untuk membuka minda kita seluas – luasnya.

jadilah seorang yang mengkaji untuk kita menjadi seorang Pemikir!

AKU INGIN MENJADI LELAKI SEBEGINI....LELAKI BERIMAN


Jadilah seorang lelaki yang beriman,
Yang hatinya disalut rasa taqwa kepada Allah,
Yang jiwanya penuh penghayatan terhadap Islam,
Yang sentiasa haus dengan ilmu,
Yang sentiasa dahaga akan pahala,
Yang solatnya adalah maruah dirinya,
Yang tidak pernah takut untuk berkata benar,
Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu,
Yang sentiasa bersama kumpulan orang-orang yang berjuang di jalan Allah.


Jadilah seorang lelaki,
Yang menjaga tutur katanya,
Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikinya,
Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang dicarinya,
Yang sentiasa berbuat kebajikan kerana sifatnya yang penyayang,
Yang mempunyai kawan dan tidak mempunyai musuh.

Jadilah seorang lelaki,
Yang menghormati ibu bapanya,
Yang sentiasa berbakti kepada orang tua dan keluarga,
Yang bakal menjaga kerukunan rumahtangga,
Yang akan mendidik isteri dan anak-anak mendalami Islam,
Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan,
Kerana dunia baginya adalah rumah sementara menuju akhirat.

Jadilah seorang lelaki,
Yang sentiasa bersedia untuk menjadi imam,
Yang hidup di bawah naungan al-Quran dan mencontohi sifat-sifat Rasulullah,
Yang boleh diajak berbincang dan berbicara,
Yang menjaga matanya dari berbelanja,
Yang sujudnya penuh kesyukuran dengan rahmat Allah ke atasnya.

Jadilah seorang lelaki,
Yang tidak pernah membazirkan masa,
Matanya kepenatan kerana membaca al-Quran,
Suaranya lesu kerana penat berzikir,
Tidurnya lena dengan cahaya keimanan,
Bangunnya Subuh penuh kecerdasan,
Kerana sehari lagi usianya bertambah kematangan.

Jadilah seorang lelaki,
Yang sentiasa mengingati mati,
Yang baginya hidup di dunia adalah ladang akhirat,
Yang mana buah kehidupan itu perlu dibaja dan dijaga,
Agar berputik tunas yang bakal menjaga baka yang baik,
Meneruskan perjuangan Islam sebelum hari kemudian.

Jadilah seorang lelaki,
Yang tidak terpesona dengan buaian dunia,
Kerana dia mengimpikan syurga Allah.

WANITA JADILAH BUNGA YANG BENAR-BENAR INDAH


Bunga yang kembang dan cantik itu jarang yang wangi… begitulah juga orang yang cantik; kebanyakannya jarang berbudi.

Apabila si gadis dipuji dengan kata-kata, “kamu ni cantiklah,” maka akan menguntumlah sekuntum senyuman dibibirnya dan berbungalah hatinya. Tersipu-sipulah dia.

Ah… siapa yang tidak seronok bila dikatakan cantik dan menawan? Begitulah resam manusia,

seronok bila dipuji kecewa bila dikeji.

Tetapi lain halnya bagi si mukmin yang merasa dirinya miskin dengan Tuhannya.

Terasa kerdil tatkala berhadapan dengan pujian dan sanjungan manusia.

Wanita yang cantik selalu ditimpa ‘perasan’ kerana sedar dirinya punya kelebihan.

Kata orang, wanita cantik banyak mahunya. Diri rasa bangga, seisi dunia mahu digenggamnya.

Kalau ia seorang gadis dirinya sanggup menjadi tukaran dengan wang yang beribu.

Ada pula yang rela menjadi andartu. Hidup liar bak merpati, senang didekat dan ditangkap lari.



Jika dia seorang isteri yang sedar dan bangga dengan kecantikkannya maka suamilah yang menjadi mangsa.

Si suami selalu melutut dan kalah dengan kehendak dan karenahnya.

Lebih malang jika si suami pula suka akan kecantikan isterinya.

Ia menyayangi isteri atas dasar kecantikannya.



Jadilah laksana Nakhoda

Ke mana diarah di situlah perginya,

alangkah dayusnya dia.Si isteri yang cantik rupawan akan merajuk

dan meragam seandai kemahuannya tidak tercapai, mengugut,

merajuk hendak balik kampung atau minta cerai.


Alangkah indahnya jika si isteri tadi,

kecantikannya digunakan untuk meniup semangat jihad ke lubuk hati mujahidin. Ketahuilah, keutamaan dan nilai diri seorang wanita sama ada cantik atau tidak adalah pada akhlaknya.



Andai dia seorang isteri, ketaatannya pada suami adalah akhlak yang indah.

Wanita yang cantik tetapi tidak berbudi pekerti tinggi,

lebih-lebih lagi isteri yang cantik yang derhaka pada suami adalah ibarat bunga raya.

Cantik warnanya, harumnya tiada.



Sebaliknya wanita yang kurang cantik tetapi berakhlak mulia, taat suaminya,

sentiasa mencari keredhaan-Nya, ibarat bunga cempaka.

Tiada rupa tetapi harumnya memikat jiwa.



Antara bunga raya dan bunga cempaka pastilah cempaka diminati orang.



Kasihan si bunga raya, tidak dijual atau dipakai orang.

Ibarat gadis murahan yang mempertontonkan kecantikan.

Konon nanti ada yang berkenan tetapi tidak sedar diri jadi mainan.



Wanita yang kurang cantik pula jika tidak berakhlak akan meyakitkan hati dan mata.

Ibarat bunga yang tidak cantik tidak pula harum dan wangi.

Maka tiadalah apa-apa tarikan dan keindahan padanya.



Usah bangga dan usah pula risau akan paras rupa untuk merebut kasih sayang manusia.

Tetapi marilah berlumba-lumba untuk menjadi wanita yang bertaqwa dan berakhlak mulia.

Nescaya disayangi Allah serta makhluk-makhluk-Nya.



Seharusnya diri yang dikurniakan Allah dengan nikmat kecantikan sentiasa resah jiwanya.

Bukan kerana takut luput kurniaan itu dari dirinya.

Bukan jua kerana ada yang iri hati dan mahu menganiayai atau menandingi kejelitaannya.

Resah adalah kerana menghitung pahala-pahala yang tinggal akibat pujian dan sanjungan manusia yang bakal menjerumuskan dirinya ke jurang neraka.



Mengira-ngira bagaimana untuk meruntuhkan gunung mazmumah

(sikap negatif) akibat dari kecantikan diri yang dijulang bagaikan mahkota.

Apa lagi jika kecantikan itu hidangan setiap insan, cantik indah tetapi hina terdedah.

Menjadi mainan nafsu dan syaitan.


Bersyukur dengan segala nikmat Tuhan. Baik buruk,

cantik hodoh itu adalah pemberi-Nya.

Yang berwajah cantik atau hodoh sama-sama perlukan persediaan.

Akan tiba saatnya jua di mana yang berwajah cantik indah dikerumuni oleh cacing

dan ditimbusi tanah di liang lahad yang gelap lagi sunyi.



Tatkala itu bersandinglah manusia dengan kematian.

Apakah baru di kala itu mahu diucapkan nikmat iman dan Islam itulah sebesar-besar pemberian Tuhan? Baru sanggup berjuang, berkorban apa saja demi mendapatkannya?

Sebelum segala-galanya terlewat sama-samalah kita mendaki anak-anak tangga menuju ke puncak taubat.



Asal manusia adalah dari setitis mani yang hina. Sehina itulah pula dirimu wahai wanita.

Kenangilah nasib diri di hari penghisaban. Segala pinjaman Tuhan itu,

untuk apa digunakan.

Lunakkan hati, tenangkan perasaan. Lihatlah ke seluruh penjuru alam.

Di mana saja mata menjurus di sana ada tanda keagungan Tuhan.



Dongakkan kepala ke langit biru, tundukkan wajah ke bumi yang hijau.

Saksikanlah kilauan mentari, percikan cahaya bulan dan bintang.

Langit yang dijadikan-Nya tidak bertiang, gunung-ganang tidak berpancang.

Usah terlena dibuai keindahan, sesungguhnya pada segalanya itu terkandung pengajaran:



Dan apa sahaja nikmat yang ada padamu dari Allahlah datangnya, dan bila kamu ditimpa kemudaratan maka hanya pada-Nyalah kamu meminta pertolongan.” (Surah An-Nahl: 53)

RINDU PADAMU YA RASULULLAH


Di keheningan malam ini, entah keberapa kali aku terjaga dari lena yang seketika. Entah mengapa hatiku dipagut kehibaan. Kehibaan yang sangat mencengkam sanubari. Jauh di sudut hatiku, berbaur kesedihan yang teramat. Tidak dapat diungkap perasaan ini dengan kata-kata. Walau seindah mana kata-kata masih tetap tak dapat digambarkan apa yang aku rasakan. Diriku sebenarnya merinduimu ya Rasulullah. Ya, teramat merinduimu.

Setiap detik ku teringatkan dirimu. Mendengar alunan selawat oleh kumpulan Hijjaz yang menjadi santapan halwa olehku di Laptop, membuatkan hati bertambah di pagut rindu padamu. Setiap kali mata singgah pada Surah Muhammad, mengalir air mataku.

Lagi bertambah hiba apabila terkenangkan saat dirimu berhadapan dengan sakaratulmaut, terngiang-ngiang katamu, "Ummati... ummati... ummati..." Ya Rasulullah, andai dirimu masih hidup, pasti dirimu kecewa, bersedih dengan keadaan umatmu zaman ini. Setiap kali teringatkan dirimu pasti deraian air mata yang menemani malamku kerana mengenangkan perjuanganmu Ya Rasulullah.

Ya Rasulullah, aku tidak tahu di mana harus ku salurkan rindu ini selain mengadu pada Sang Pencipta Cinta. Lantas, ku titipkan kalam bisu ini khas buatmu, supaya aku bisa berkongsi dengan mereka di luar sana, menyatakan betapa diriku ini ingin berjumpa denganmu. Tidak melampau untuk ku katakan bahawa aku punya mimpi.

Ya, aku menyimpan sebuah harapan besar ya Rasulullah.
Kelak, ketika di Yaumul akhir.
Engkau ibaratnya adalah seorang idola, superstar yang berdiri di atas kemegahan sebuah panggung. Sedangkan aku, dengan segala kekerdilanku berada di antara deretan para penonton dan aku akan memanggil engkau jauh di sudut sana, di antara jutaan lautan manusia.
Informasi iluvislam.com

Aku akan berteriak: Ya Rasulullah, Ya Rasulullah!!!
Aku berharap. Aku sungguh berharap.
Engkau akan menoleh ke arahku, dan berkata "Itu umatku!" "Itu umatku!"
Mungkin tidak tergambar betapa gembiranya perasaan ku pada waktu itu, tatkala melihat wajahmu. Sungguh aku ingin ya Rasulullah.
Aku ingin menjadi sebahagian dari barisan panjang umat yang mendapatkan syafaatmu.

Aku ingin menjadi sebahagian dari umat yang tersenyum berdiri di belakangmu,
Namun, adakah aku layak ya Rasulullah?
Layakkah aku melihat wajahmu?
Atau pantaskah aku melihat senyumanmu?
Sedangkan aku ini bukan siapa,
Yang hanya insan lemah, penuh dengan keluh kesah.

Ya Rasulullah,
Walau aku tahu aku tidak layak, namun dengan bertatih aku tetap ingin menitipkan rindu ini untukmu.

Ya Rasulullah,
Walau aku tahu ini tidak mudah, namun dengan segala kelemahanku aku akan mengikuti jalan juangmu. Yang aku tahu memang penuh liku likunya.

Ya Rasulullah,
Walau aku tahu ini akan sulit, namun aku ingin turut menjadi pembela-pembela Allah dan Rasulku. Aku ingin menjadi seorang mujahidah di jalan ini, tidak gentar dan tidak lemah

Ya Rasulullah,
Saksikanlah aku yang akan tertatih untuk mempertahankan istiqamahku,
Demi cintaku pada Allah, demi cintaku padamu Ya Rasul.

Ya Rasulullah,
Aku teringin sekali berbicara denganmu tentang kisah-kisah perjuanganmu dalam menegakkan kalimah Allah.
Aku ingin berkongsi suka, duka, airmata dan luka yang dirimu alami sepanjang 23 tahun taklifatmu sebagai Rasul.
Tidak tegar aku melihat betapa susahnya kamu berjuang di medan dakwah ini. Tidak sanggup aku mendengar celaan kaum musyrikin menghina perjuanganmu Ya Rasulullah.
Pedih perasaanku mendengar dirimu luka dilempar batu semasa berdakwah di Taif. Aku ingin berbicara kisah yang aku tahu ini kepadamu.
Aku ingin melafaz rindu ini kepadamu. Bahawa aku sangat mencintaimu.

Ya Rasulullah,
Bumi Madinah ingin sekali lagi ku jejak. Ingin sekali ku rasai deruan angin di bumi bertuah itu. Tatkala dirimu dan para sahabat berjuang berhabis habisan, mempertahankan Islam tercinta. Ku ingin melewati medan syuhada dan perjuanganmu di sana.
Moga Allah memberi rezeki untuk itu dan perkenankan permintaanku.

Rindu kami padamu Ya Rasul,
Rindu tiada terperi,
Berabad jarak darimu ya Rasul, serasa dikau di sini.

Salam Bahagia Bagimu, Ya Rasullullah.

Dari insan kerdil yang begitu merinduimu

BERTUAHNYA MENJADI WANITA


Doa wanita itu lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda, “Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”

1. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1000 lelaki yang soleh.

2. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, darjatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah. Dan orang yang takutkan Allah SWT akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

3. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasullah SAW) di dalam syurga.

4. Barang siapa membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya) maka pahalanya seperti melakukan amalan bersedekah.

5. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barang siapa yang menyukakan anak perempuannya seolah-olah dia telah memerdekakan anak Nabi Ismail.

6. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.

7. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta sikap bertanggungjawab, maka baginya adalah syurga.

8. Apabila memanggil akan dirimu dua orang ibu bapamu, maka jawablah panggilan ibumu terlebih dahulu.

9. Daripada Aisyah r.a “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.

10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutuplah pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pun pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

11. Wanita yang taat pada suaminya, maka semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya serta menjaga solat dan puasanya.

12. Aisyah r.a berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita?” Jawab Rasullullah SAW “Suaminya.” “Siapa pula berhak terhadap lelaki?” Jawab Rasullah SAW, “Ibunya.”

13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadan, memelihara kehormatannya serta kepada suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dikehendaki.

14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia ke dalam syurga terlebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun)

15. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

16. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihd pada jalan Allah.

17. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

18. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu kebajikan.

19. Apabila semalaman seorang ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT.

20. Rasulullah s.a.w menjelaskan betapa istimewanya nasib wanita yang hamil jika dia meninggal dalam masa hamilnya. Allah memberikan jaminan kepada yang bersangkutan mendapatkan syurga sebagaimana janji yang Allah berikan kepada kaum lelaki yang mati syhid di medan perang untuk membela agama Allah. Kedudukan yang demikian tinggi bagi wanita yang meninggal saat melahirkan menunjukkan betapa besar harkat yang Allah dan Rasul-Nya berikan kepada kaum wanita. Wallahu taa’la a’lam.

*Alangkah bertuahnya anda yang bergelar wanita. Oleh itu banyakkan bersyukur dan bersabar dalam menghadapi liku-liku dalam kehidupan ini.