THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Sabtu, 17 November 2012

ISLAM PASTI MENANG ... APAKAH SIKAP KITA YANG SEPATUTNYA ... IMAM HASAN AL BANNA


Kita sebagai pejuang agama Allah ini seharusnya mempunyai sikap yang optimis dengan kejayaan yang bakal di hadapi oleh Islam. Kita tidak seharusnya bersifat putus asa dan keluh kesah dengan suasana dan penindasan musuh terhadap umat Islam. Malah kita yakin dengan janji-janji Allah bahawa Allah akan memenangkan agamanya walaupun dihalang oleh orang-orang kafir. 

Dengan keyakinan ini bukan bermakna kita akan berdiam diri dan berpeluk tubuh dengan menunggunya kemenangan yang dijanjikan oleh Allah. Tetapi dengan keyakinan ini, seharusnya kita mempergandakan amalan dan usaha kita dalam menegakkan agama Allah ini.
Janganlah umat mengimpikan kemenangan muslimin terhadap Yahudi sedangkan umat masih lagi berpecah belah, berselisihan dan pergaduhan. Janganlah umat berangan-angan dengan kemenangan sedangkan umat masih lagi bermalasan dan tidak bersungguh-sungguh.

Mustahil kemenangan diberikan kepada orang yang bermalasan dalam berhadapan dengan musuh yang berjuang bersungguh-sungguh menghancurkan Islam. Mustahil kemenangan diberikan kepada umat yang hanya meluangkan cebisan waktu untuk Islam dalam berhadapan dengan musuh yang meluangkan sepenuh waktu untuk meruntuhkan Islam. Maka cepat atau lewatnya kemenangan Islam adalah di bahu kita bersama yang akan dipersoalkan oleh Allah Ta'ala nanti.

Dan ingatlah kata-kata Saidina Umar kepada sahabatnya: " Impikanlah" Seorang pemuda berkata: " Aku mengimpikan jika sekiranya negeri ini dipenuhi dengan emas lalu aku infakkan pada jalan Allah." Umar berkata lagi: "Impikanlah". Seorang pemuda berkata: "Aku mengimpikan jika negeri ini dipenuhi dengan batu permata lalu aku infakkan pada jalan Allah." Umar berkata lagi: "Impikanlah". Mereka berkata: "Kami tidak tahu apa yang hendak dikatakan wahai Amirul Mukminin" Omarpun berkata: "Tetapi aku mengimpikan rijal seperti Abu Ubaidah bin al Jarrah, Muaz bin Jabal dan Salim, hamba Abu Huzaifah. Lalu aku meminta pertolongan dari mereka untuk meninggikan kalimah Allah"....

Itulah sebenarnya modal utama untuk kembali memerintah dunia. Seorang pemuda lebih berharga dan bernilai dari seluruh isi dunia. Maka pemuda inilah yang akan berjuang sehingga tertegaknya Dinul Islam ini. Wallahu A'lam.


Berimpianlah wahai sekalian manusia ..... walaupun orang akan kata kamu manusia kurang siuman sekalipun .... berimpianlah demi Allah .... Rasulullah dan Islam ........

DAKWAH ITU


Ya Ayyuhannas Ya Ayyuhal Muslimiin.....

DAKWAH Itu...♥

Dakwah,
BERTUJUAN untuk…
Mengajak … bukan … mengejek
Mengajar … bukan …menghukum
Membina … bukan … menghina
Menasihati … bukan … menusuk hati

DAKWAH akan LANCAR dengan…
Menabur kasih … bukan … menguburkannya
Menggalang kekuatan … bukan … menggulungnya
Menerangi kebenaran … bukan … memeranginya
Menjaga hak saudara … bukan … memutuskannya

Dakwah,

SEHARUSNYA bisa…
Membimbing … bukan … membimbangkan
Memajukan … bukan … mengundurkan
Menganjurkan … bukan … menghancurkan
Menyedarkan … bukan … menghanyutkan

DAKWAH akan lebih BERKUALITI dengan…
Tabah hadapi cubaan …
bukan …
tambah minta pujian
Sabar lewati rintangan …
bukan…
gusar hadapi tentangan
Mewujudkan amalan nyata …
bukan …
mempamerkan kata kata
Menuntun mad'u …
bukan …
menonton mereka
Jatuh ke dalam kejahilan ....

DAKWAH,
terasa INDAH bila untuk…
Meneladani …
bukan …
membenci
Saling memberi …
bukan …
saling irihati dan hasad dengki
Memberi semangat …
bukan …
menyengat sehingga mati
Mencipta rasa damai …
bukan …
membuat media massa berkerumun ramai

DAKWAH,
terasa MANIS dengan…
Menebar senyum manis …
bukan …
mengumbar wajah sinis
Berakhlak halus …
bukan …
berakal penyamun TARBUS 
Berniat tulus …
bukan …
berminat fulus

DAKWAH,
itu UPAYA untuk…
Mempertahankan akidah …
bukan …
mempertuhankan kabilah dan Khalifah)
Menghidupkan sunnah …
bukan …
meredupkannya dgn bid’ah
Menjadikan orang patuh …
bukan …
membuatnya jatuh dan makin jauh
Membuat umat sembuh …
bukan …
menjadikannya mereka kelam kabut

Sungguh Islam Itu adalah Rahmat Bagi Semesta Alam,
biarkan semua merasakan
Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam...♥

FEAR OF REALITY

FEAR OF REALITY

The biggest fear people have, and the one most important to overcome, is the fear of facing up to reality. People would rather live an illusion than wake up to reality.

Why? Because if reality turns out to be something d

ifferent than what we’re used to, it means having to change our course in life. And that hurts!

We all choose to escape, now and then, from the effort that’s involved in accomplishing life’s goals and ambitions. We all want to be great; we all want to change the world. It’s just that we don’t always feel like putting forth the effort. So we distract ourselves and escape from who we really are and what we want to achieve.

The 48 Ways says: It hurts a lot more when reality confronts us, especially when it may be too late to do anything about it.

Always ask yourself: “What pain am I avoiding?” Identify exactly what you’re afraid of. Reason it out: What’s the worst that could happen?

As an exercise, make a list of the goals you’d love to achieve if no pain was involved. Then next to each goal, write down the amount of pain you anticipate in trying to reach those goals.

Then, write down what makes the goal so worthwhile. Now compare the two columns. If a particular goal is truly worthwhile, then you’ll see instantly how your fear of pain is holding you back from achieving that goal. And it will clarify how you’d even be willing to pay the price of pain to achieve it!

LOVE VS HEARTBREAK

Evaluate your marriage. What is the current status of your marriage?

LOVE VS HEARTBREAK:

▹ Those moments when you unknowingly give your heart to the one you love.

▹ The feeling of butterflies in the very pit of your stomach when they ease into your mind.

▹ The smile which graces upon the world, reaching your eyes when they are near.

▹ The special glow you cast for all to see, which brightens with their gentle touch.

▹ The warmth & protection you snuggle closer to in their arms.

▹ The places you lay memories; as you share every moment together.

▹ The all out joy you give one another to make sure you are pleased evenly.

▹ The nights you laugh at random things, just to see a smile.

▹ The days you could watch TV, not speaking a word; yet the comfort of the other is near.

▹ The three words you utter occasionally, making time stand still.

▹ The never feeling alone because one heart beats for the other.

▹ The time when tears only fall when forever is placed on a finger.

▹ The dreams you share; to bid a future that harness true love.

THAT IS LOVE!
------------------------

▹ The anxiety that something is wrong; when words are no longer enough.

▹ The harsh words that leave the mouth, scarring the butterflies away.

▹ The end of smiles as frowns & lines of worry are born.

▹ The glow that dies into depression as skin turns pale; eyes lose there shine.

▹ The cold of their back as they sleep facing away and far from you.

▹ The separation they want; time alone to search new memories.

▹ The gifts which ends, because the care is no longer there.

▹ The nights you spend in completely different rooms contemplating reasons.

▹ The days watching TV on the floor as the other is on the bed browsing the computer.

▹ The holidays spent away, at families; wondering what the other is doing.

▹ Those lovely three words die; reborn into three different words.

▹ The heart beat which once was strong, beating painfully slow each night.

▹ The time tears fall for no reason through the days unknowingly.

▹ The nightmares that plague you, until you become ill.

THAT IS HEARTBREAK!
--------------------------------------

At which level is your marriage sitting at? Let us all try to rekindle the love back into our marriages! Oh Allah make our spouses and our children the coolness of our eyes, Ameen.

Jumaat, 2 Mac 2012

FLAT TIRES


“A lot of people, especially sisters, when they get married are no longer as active in da’wah. They become like flat tires. They were once inflated and exciting and doing this and doing that, then they get married and you never hear about them again. Don’t be a flat tire! And don’t be the obstacle for your spouse that causes them to be a flat tire!” -Sh. Waleed Basyouni, Torch Bearers

Marriage comes with a LOT of responsibilities, and especially for the sister, it is a lot of new responsibilities, including things such as cooking, cleaning, laundry, taking care of husband, children, and juggling work and school all at the same time. However we know that da’wah is encouraged, if not obligated (however you look at it) for every Muslim.

Now coming to da’wah and practical steps and examples:

Aisha, for example, was one of the greatest scholars of the time. At the same time, we have to take note that despite his (least to say) BUSY schedule, the Prophet (saws) took the time to help his wives around the house with chores. This just goes to show that household responsibilities are not just for the wife, but for the husband as well. And if both the husband and wife are involved with da'wah work, then it is crucial that both spouses share the work in the house, so that the wife is not doing everything on her own.

A lot of people, when they ask “what is the main responsibility of a wife?”, are told, “their family”. However, as one scholar pointed out, this answer is incorrect. A woman’s first responsibility is to be a servant to Allah. Now, as a married woman, ONE of the ways she can fulfill this responsibility by being a good wife and mother, educating her children and bringing them up to be Muslims. This is an example of how she can do dawah at home. However, this requires effort. It’s not just about cooking and cleaning- it’s about educating oneself as best as one can in order to raise children as good Muslims and Muslimahs.

At the end of the day, Allah knows our schedules and He knows how busy we are. At the same time, if da'wah is something we are passionate about (which I hope we are), then some of the steps that have to be taken include:

a) Making du’a to Allah to help us in our endeavours (during Tahajjud)b) Discussing with our spouses how both individuals can share work in the house so that both are able to do some dawah work (again, it can be just going and volunteering or teaching for an hour once a week).c) Manage our time more wisely- can I wake up an hour earlier today to finish school work and the laundry so I can attend an hour long halaqah in the evening? Maybe instead of a movie, I can go to the soup kitchen today with a local group to serve food to the needy, etc.

Khamis, 1 Mac 2012

ANDAI AKU DITALKIN KAN SUATU MASA NANTI ....


Bismillah hir rah man nir rahim.

Mahasuci Tuhan yang Engkau bersifat dengan Baqa’ dan Qidam, Tuhan yang berkuasa mematikan sekalian yang bernyawa, Mahasuci Tuhan yang menjadikan mati dan hidup untuk menguji siapa yang baik dan siapa yang kecewa. Mahasuci Tuhan yang menjadikan lubang kubur sebesar-besar pengajaran untuk menjadi iktibar kepada orang yang lalai, dan sebesar-besar amaran kepada orang yang masih hidup.

Ingatlah! Bahawa sekalian mahluk Allah akan jahanam dan binasa,melainkan zat Allah Taala. Ialah Tuhan yang Mahabesar kuasa menghukum, manakala kita sekalian akan kembali menghadap hadirat Allah Taala.

Wahai SAYA Bin IBU SAYA, wahai SAYA Bin IBU SAYA,wahai SAYA Bin IBU SAYA, hendaklah kamu ingat akan janji-janji Allah yang mana kamu ada bawa bersama-sama dari dunia ini.

Sekarang kamu telah menuju masuk ke negeri Akhirat.

Kamu telah mengaku bahawa tiada Tuhan yang disembah dengan sebenar-benarnya melainkan Allah, dan bahawa senya Nabi Muhammad itu Pesuruh Allah.

Ingatlah wahai SAYA Bin IBU SAYA, apabila datang kepada kamu 2 orang malaikat yang serupa dengan kamu iaitu Mungkar dan Nakir, maka janganlah berasa gentar dan takut, janganlah kamu berdukacita dan risau serta janganlah kamu susah-hati dan terkejut.

Ketahuilah wahai SAYA Bin IBU SAYA, bahawasanya Mungkar dan Nakir itu hamba Allah Taala, sebagaimana kamu juga hamba Allah Taala.

Apabila mereka menyuruh kamu duduk, mereka juga akan menyoal kamu. Mereka berkata:

Siapakah Tuhan kamu?

Siapakah Nabi kamu?

Apakah agama kamu?

Apakah kiblat kamu?

Siapakah saudara kamu?

Apakah pegangan iktikad kamu?

Dan apakah kalimah yang kamu bawa bersama-sama kamu?

Di masa itu hendaklah kamu menjawab soalan-soalan mereka dengan cermat dan sehabis-habis terang, tepat dan betul. Janganlah berasa gementar, janganlah cuak dan janganlah bergopoh-gapah, biarlah tenang dan berhati-hati.

Hendaklah kamu jawab begini:

Allah Taala Tuhanku,

Muhammad nabiku,

Islam agamaku,

kitab suci Al-Quran ikutanku,

Baitullah itu qiblatku,

malahan solah lima waktu, puasa di bulan Ramadhan,mengeluarkan zakat dan mengerjakan haji diwajibkan ke atas aku.

Semua orang Islam dan orang yang beriman adalah saudara aku,

bahkan dari masa hidup hingga aku mati aku mengucap: “La ila ha illallah Muhammaddur rasulullah”.

Wahai SAYA Bin IBU SAYA tetapkanlah hatimu, inilah dia suatu dugaan yang paling besar. Ingatlah bahawa kamu sekarang sedang tinggal didalam alam Barzakh, sehingga sampai satu masa kelak, kamu akan dibangunkan semua untuk berkumpul di Padang Mahsyar.

Insaflah wahai SAYA Bin IBU SAYA, bahawa senya mati ini adalah benar, soalan malaikat Mungkar dan Nakir di dalam kubur ini adalah benar,bangun dari kubur kemudian kita dihidupkan semula adalah benar,berkumpul dan berhimpun di Padang Mahsyar adalah benar, dihisab dan dikira segala amalan kamu adalah benar, minum di kolam air nabi adalah benar, ada syurga dan neraka adalah benar.
Bahawa senya hari Kiamat tetap akan adanya, begitu juga Tuhan yang maha berkuasa akan membangkitkan semula orang-orang yang di dalam kubur.

Di akhirnya kami ucapkan selamat berpisah dan selamat tinggal kamu disisi Allah Taala.

Semoga Tuhan akan memberi sejahtera kepada kamu. Tuhan jua yang menetapkan hati kamu. Kami sekalian berdoa mudah mudahan Allah Taala menjinakkan hati kamu yang liar, dan Allah menaruh belas kasihan kepada kamu yang berdagang seorang diri di dalam kubur ini.Mudah-mudahan Tuhan akan memberi keampunan dan memaafkan kesalahan kamu serta menerima segala amal kebajikan kamu.

Ya Allah Ya Tuhan, kami merayu dan bermohon kepada Mu supaya tidak disiksa mayat ini dengan kemegahan penghulu kami Muhammad SAW.

Subhana rabbika rabbil izati amma ya sifun wassallamu alalmursalinwalham dulillahi rabbil alamin.
Setiap yang bernafas, Pasti akan Mati – “Kullu nafsin za iqatul maut”

Firman Allah swt, “Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada di dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, yang ingat-mengingati supaya mentaati kebenaran, dan yang ingat-mengingati dengan kesabaran.” Surah Al-A’sr ..

Dari Abdullah bin ‘Amr R.A, Rasulullah S.A.W bersabda: “Sampaikanlah pesanku walaupun satu ayat…”
Disebutkan didalam satu riwayat, bahawasanya apabila para makhluk dibangkitkan dari kubur, mereka semuanya berdiri tegak di kubur “masing-masing selama 44 tahun UMUR AKHIRAT dalam keadaan TIDAK MAKAN” dan TIDAK MINUM, TIDAK DUDUK dan TIDAK BERCAKAP.

Bertanya orang kepada Rasulullah saw : “Bagaimana kita dapat mengenali ORANG-ORANG MUKMIN kelak di hari qiamat?” Maka jawabnya Rasulullah saw “Umat dikenal kerana WAJAH mereka putih disebabkan oleh WUDHU’.”Bila qiamat datang maka malaikat datang ke kubur orang mukmin sambil membersihkan debu di badan mereka KECUALI pada tempat sujud. Bekas SUJUD tidak dihilangkan. Maka memanggillah dari zat yang memanggil. Bukanlah debu “itu dari debu kubur mereka, akan tetapi debu itu ialah debu KEIMANAN” mereka. Oleh itu tinggallah debu itu sehingga mereka melalui titian” Siratul Mustaqim dan memasuki alam syurga, sehingga setiap orang melihat para mukmin itu mengetahui bahawa mereka adalah pelayan Ku dan hamba-hamba Ku.Disebutkan oleh hadith Rasulullah saw bahawa sepuluh orang yang mayatnya:

TIDAK BUSUK dan TIDAK REPUT dan akan bangkit dalam tubuh asal diwaktu mati

1. Para Nabi
2 Para Ahli Jihad
3. Para Alim Ulama
4. Para Syuhada
5. Para Penghafal Al Quran
6. Imam atau Pemimpin yang Adil
7. Tukang Azan
8 . Wanita yang mati kelahiran/beranak
9. Orang mati dibunuh atau dianiaya
10. Orang yang mati di siang hari atau di malam Jumaat jika mereka itu dari kalangan orang yang beriman.

Didalam satu riwayat yang lain dari Jabir bin Abdullah ra sabda Rasulullah saw:

Apabila datang hari qiamat dan orang orang yang berada di dalam kubur dibangkitkan maka Allah swt memberi wahyu kepada Malaikat Ridhwan:”Wahai Ridhwan , sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba Ku berpuasa ( ahli puasa ) dari kubur mereka di dalam keadaan letih dan dahaga. Maka ambillah dan berikan mereka segala makanan yang digoreng dan buah buahan syurga.

“Maka Malaikat Ridhwan menyeru, wahai sekelian kawan-kawan dan semua anak-anak yang belum baligh, lalu mereka semua datang dengan membawa dulang dari nur dan berhimpun dekat Malaikat Ridhwan bersama dulang yang penuh dengan buahan dan minuman yang lazat dari syurga dengan sangat banyak melebihi daun-daun kayu di bumi.

Jika Malaikat Ridhwan berjumpa mukmin maka dia memberi makanan itu kepada mereka sambil mengucap sebagaiman yang difirman oleh Allah swt di dalam Surah Al-Haqqah bermaksud “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan AMAL yang telah kamu kerjakan pada HARI yang telah LALU itu.”

* Tolong sebarkan kisah ini kepada saudara Islam yang lain. Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang mengajarnya meskipun dia sudah mati. ” Dan ( ingatlah ) Allah sentiasa mengetahui dengan mendalam akan apa jua yang kamu lakukan.” Surah Al-Baqarah : 237

“LAA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINALZHAALIMIIN”

TATKALA RASA LEMAH MENYAPA


Senario A – Engkau semua jangan buat bising ok ! Aku tengah down ni, nanti aku campak semua barang-barang atas meja ni!

Senario B – Aduuuuh, sedihnya rasa ! Sampai hati dia menolak lamaranku. Aku tengahdown betul ni. Kau pergilah jauh-jauh sebab aku memang perlukan ketenangan sekarang ni.

Senario C – Tak mengapalah, ini urusan peribadi. Aku dah belajar macam nak mati tapi keputusanexam masih tak cukup makan. Biarlah aku menyendiri sebab aku tengah down ni.

Sememangnya rasa lemah atau rasa 'down' atau rasa 'futur' itu kadangkala menyapa diri. Setiap yang bernama insan pasti akan berhadapan dengan ujian di dalam hidupnya. Kadang-kala ujian dan diikuti dengan ujian yang datang bertimpa-timpa yang mungkin menyebabkan kita sukar untuk bangkit kembali.

Setelah ujian datang :

Ujian ini boleh membuatkan kita semakin kuat daripada sebelumnya. Kadang-kala kita boleh pintas bangkit semula ke kekuatan yang sama. Kadang-kala ujian ini boleh membuatkan kita rebah tersungkur. Kadang-kadang dengan satu ujian sahaja kita boleh hilang arah dan boleh membuat keputusan yang luar biasa

Andainya kita bangkit semula, maka syukur kepadaNya kerana kita berjaya melepasi ujian ini dan bakal menyaksikan bahawa kita akan menjadi insan yang lebih tabah dan lebihberjaya di masa depan.

Namun jika gagal bangkit, kita bakal melalui jalan buntu mahupun membuat laluan baru yang penuh berliku dan tidak mustahil ianya mungkin bertentangan dengan arus perjalanan yang pernah kita lalui sebelum ini.

Adakah sinar mentari di hari esok? Bagaimana kita akan menghadapinya?
Kita harus menghadapi setiap ujian yang ditempuhi dengan bersangka baik kepada Allah swt. Sudah pasti di sana ada hikmah dan kebaikan di dalam setiap perkara yang berlaku yang mungkin tidak kita ketahui maksudnya.

Firman Allah swt yang bermaksud :

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." [Surah Al-Baqarah, 2: 216]
Seterusnya kita boleh menghadapi ujian ini dengan:

Beristighfar dan berdoa memohon pertolongan daripada Ilahi. Bermuhasabah diri, ujian ini mungkin juga disebabkan kesilapan atau dosa-dosa kita sendiri. Menyuarakan rasa hati kepada ke dua orang tua kita atau 'orang lama' atau tokoh yang kita kenali.

Berbincang dan meluahkan perasaan dengan pendidik atau 'murabbi' kita. Berkongsi permasalahan dengan teman atau kenalan yang rapat. Jangan ikutkan sangat perasaandowndan emosi diri. Menyebukkan diri dengan kegiatan dan aktiviti luar yang sihat

Masih bersedih ?

Ambillah sedikit masa di sebelah keheningan malam untuk bertadabbur dengan ayat-ayat Allah swt sebelum tidur. Bersolat taubat dan menginsafi kesalahan diri. Masuk tidur lebih awal di dalam keadaan berwudhuk. Bangun di awal pagi untuk mendapatkan ketenangan bermunajat kepada Ilahi. Bersolat tahajjud sambil menyatakan rasa atau hasrat hati kepada Ilahi di dalam sujud yang terakhir dengan rasa penuh rendah diri dan berharap kepadaNya.

Ingatlah akan janji Allah swt di dalam al Quran yang bermaksud,

" ... Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, nescaya Dia akan membukakan jalan keluar bagiNya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, nescaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusanNya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu." ( Surah At-Talaq, 65: 2-3)
Masih adakah harapan untuk bangkit kembali?

Bukankah semua ujian ini datangnya dari Allah s.w.t? Ada kemungkinan besar bahawa Allah s.w.t menyimpan sesuatu yang lebih baik untuk kita yang tidak kita ketahui apa yang bakal berlaku selepas ini. Jadi, kepada siapakah lagi yang harus kita harapkan jika tidak dikembalikan kepadaNya kerana Dia adalah yang Maha Berkuasa dan Penyelesai kepada semua masalah serta ujian-ujian kehidupan.

Mari kita bangkit agar terus jadi kuat....!

DIALOG PEMUDA ISLAM BIJAKSANA DENGAN KETUA PADERI


Ada seorang pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan dia mampu mendalaminya. Selain belajar, dia juga seorang jurudakwah Islam. Ketika berada di Amerika, dia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah s.w.t. memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar dia turut masuk ke dalam gereja. Mula mula dia keberatan, namun kerana desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.

Ketika paderi masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu, si paderi agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, ‘Di tengah kita ada seorang Muslim. Aku harap dia keluar dari sini.’ Pemuda Arab itu tidak bergerak dari tempatnya. Paderi tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun dia tetap tidak bergerak dari tempatnya. Hingga akhirnya paderi itu berkata, ‘Aku minta dia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya.’ Barulah pemuda ini beranjak keluar.

Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang paderi, ‘Bagaimana anda tahu bahawa saya seorang Muslim?’Paderi itu menjawab, ‘Dari tanda yang terdapat di wajahmu.

Kemudian dia beranjak hendak keluar. Namun, paderi ingin memanfaatkan kehadiran pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut dan sekaligus mengukuhkan agamanya. Pemuda Muslim itupun menerima tentangan debat tersebut.

Paderi berkata, ‘Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat.

Si pemuda tersenyum dan berkata, ‘Silakan!’

Sang paderi pun mulai bertanya,:

‘Sebutkan satu yang tiada duanya, dua yang tiada tiganya, tiga yang tiada empatnya, empat yang tiada limanya, lima yang tiada enamnya, enam yang tiada tujuhnya, tujuh yang tiada delapannya, delapan yang tiada sembilannya, sembilan yang tiada sepuluhnya, sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, sebelas yang tiada dua belasnya, dua belas yang tiada tiga belasnya, tiga belas yang tiada empat belasnya.’

‘Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai roh! Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya? Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!’

‘Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diazab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api? Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diazab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?’

‘Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar! Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?’

Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada Allah.

Setelah membaca ‘Bismillah…’ dia berkata,:

Satu yang tiada duanya ialah Allah s.w.t..

Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang. Allah s.w.t. berfirman, ‘Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).’ (Al-Isra’: 12).

Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.

Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.

Lima yang tiada enamnya ialah Solat lima waktu.

Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah Hari ketika Allah s.w.t. menciptakan makhluk.

Tujuh yang tiada delapannya ialah Langit yang tujuh lapis. Allah s.w.t. berfirman, ‘Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.’ (Al-Mulk: 3).

Delapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah s.w.t. berfirman, ‘Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.’ (Al-Haqah: 17).

Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang.

Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah Kebaikan. Allah s.w.t. berfirman, ‘Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.’ (Al-An’am: 160).

Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf .

Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, ‘Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air.’ (Al-Baqarah: 60).

Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah Saudara Nabi Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.

Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Subuh. Allah s.w.t. berfirman, ‘Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing.’ (At-Takwir: 18)

Kuburan yang membawa isinya adalah Ikan yang menelan Nabi Yunus AS.

Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Nabi Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, ‘Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala.’ Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, ‘Tak ada cercaan terhadap kamu semua.’ Dan ayah mereka Ya’qub berkata, ‘Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’ (Yusuf:98)

Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara Keldai. Allah s.w.t. berfirman, ‘Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keldai.’ (Luqman: 19).

Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.

Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diazab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah s.w.t. berfirman, ‘Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.’ (Al-Anbiya’:69).

Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diazab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ashabul Kahfi (penghuni gua).

Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah Tipu Daya Wanita, sebagaimana firman Allah s.w.t. ‘Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.’ (Yusuf: 28).

Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari.

Paderi dan para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda Muslim tersebut. Kemudian dia pun mula hendak pergi. Namun dia mengurungkan niatnya dan meminta kepada paderi agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh paderi.

Pemuda ini berkata,:

‘Apakah kunci surga itu?’

Mendengar pertanyaan itu lidah paderi menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rupa wajahnya pun berubah. Dia berusaha menyembunyikan kekuatirannya, namun tidak berhasil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun dia cuba mengelak.

Mereka berkata, ‘Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya dia jawab, sementara dia hanya memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!’Paderi tersebut berkata, ‘Sesungguh aku tahu jawapannya, namun aku takut kalian marah.’

Mereka menjawab, ‘Kami akan jamin keselamatan anda.

Paderi pun berkata:

‘Jawapannya ialah: Asyhadu An La Ilaha Illallah , Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah.

Lantas paderi dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda Muslim yang bertakwa .

Wallahu’alam…

FITNAH ISTIKHARAH .....


Ustaz, saya dan tunang saya sudah hampir ke tarikh pernikahan kami. Tetapi tunang saya telah secara mendadak memutuskan pertunangan kami. Beliau bermimpi melihat seorang perempuan lain dan setelah beristikharah, beliau yakin perempuan itu adalah pilihan sebenarnya kerana ia muncul dengan petunjuk Allah. Bagaimana pandangan ustaz? Saya dan keluarga saya serta keluarga tunang saya sangat terkilan. Apakah benar saya sudah dikeluarkan daripada petunjuk Allah? Di mana silap saya, ustaz?”
Sepucuk emel dihantar kepada saya.

Beristighfar dan mengurut dada.

Percaya atau tidak, gejala ini semakin menjadi-jadi.

Malah di kalangan pelajar universiti, Istikharah semakin popular di dalam trend yang tersendiri. Ia diamalkan bagi ‘memaksa’ Allah membuat pilihan untuk mereka. Berbekalkan kejadian persekitaran atau mimpi yang disangka petunjuk, kadang-kadang ‘pilihan Allah’ itu adalah tunang orang, suami orang, malah ada juga isteri orang. Bertindak atas nama ‘petunjuk Allah’, tercetus permusuhan sesama anak Adam.

Apakah Allah, atau Syaitan yang memberikan ‘petunjuk’ penuh mudarat dan zalim itu?

MEMBELAKANGKAN ILMU
Penyakit besar yang melanda anak-anak muda terbabit ialah beribadah tanpa ilmu. Mereka melaksanakan Solat Istikharah berdasarkan saranan rakan-rakan yang juga melakukannya atas saranan kawan-kawan yang lain. Berapa ramaikah yang membuka kitab Fiqh atau belajar mengenai Solat itu dan ibadah yang lain melalui para ustaz dan alim ulama’?

Keadaan ini menjadi lebih bermasalah apabila ada pula agamawan yang mengesyorkan panduan-panduan yang tidak berdasarkan keterangan al-Quran dan al-Sunnah malah diajar pula kaifiyat yang sangat membuka ruang manipulasi Syaitan dalam mengaburi pertimbangan anak Adam.

Mengira huruf tertentu di dalam Surah, menyelak secara rawak mushaf dan mencari petunjuk di muka surat yang terbuka, juga paling banyak meniti di minda ialah menanti mimpi yang menjawab permintaan.

Ia mengingatkan saya kepada pandangan Sheikh Saleem bin Eid al-Hilali di dalam kitab Bahjah al-Nadzireen syarah kepada Riyadh al-Sholiheen:

“Ada sesetengah orang berpendapat, “sesudah mengerjakan solat serta Doa Istikharah, akan muncullah nanti petunjuk dalam mimpinya, maka dia akan memilih sebagaimana yang ditunjukkan oleh mimpinya itu” Justeru ada sesetengah orang berwudhu’ dan kemudian melakukan Solat serta Doa Istikharah dan terus tidur (dengan meletakkan harapan petunjuk datang melalui mimpi), malah ada juga mereka yang sengaja memakai pakaian berwarna putih kerana mengharapkan mimpi yang baik. Semua ini hakikatnya adalah prasangka manusia yang tidak berasas”

Menjadi satu keperluan yang sangat penting untuk kita kembali kepada maksud asal Solat Istikharah.

Istikharah itu bermaksud meminta bantuan daripada Allah untuk seseorang itu memilih di antara beberapa kemungkinan yang diharuskan oleh Syara’. Ada pun pilihan yang berada antara manfaat dan mudarat, apatah lagi Halal dan Haram hatta Makruh, maka tidak harus untuk Istikharah dilakukan kerana tindakan yang sepatutnya diambil sangat jelas iaitu pada meninggal dan menghindarkan pilihan yang tidak baik itu.

Sabda Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam:

“Hadith yang dikeluarkan oleh al-Bukhari di dalam Sahihnya dengan sanadnya daripada Jabir radhiyallaahu ‘anhuma, beliau berkata:

Daripada Nabi sallallaahu ‘alayhi wa sallam Baginda bersabda:

Apabila sesiapa daripada kalangan kamu diberatkan oleh sesuatu maka hendaklah dia Rukuk dengan dua Rukuk (mengerjakan Solat dua rakaat) yang selain daripada Solat yang Fardhu (yakni mengerjakan Solat dua Rakaat dengan niat Istikharah).

Kemudian hendaklah dia berdoa: Ya Allah, aku beristikharahkan Engkau dengan ilmu-Mu dan aku juga memohon ketetapan dengan ketetapan yang bersandarkan kurniaan-Mu yang Maha Agung. Engkaulah yang Maha Menetapkan sedangkan aku tidak mampu untuk menetapkan. Engkau Maha Mengetahui dan aku pula tidak mengetahui. Engkaulah yang Maha Mengetahui akan perkara-perkara yang tersembunyi. Ya Allah, jika pada ilmu-Mu sesungguhnya urusan ini – harus disebut hajat tersebut atau cukup sekadar meniatkannya kerana Allah Maha Mengetahui akan hajat itu – adalah baik untukku pada agama, kehidupan dan kesudahan urusanku (kini dan datang), maka tetapkanlah ia untukku dan mudahkanlah ia bagiku. Kemudian berkatilah bagiku di dalam pilihan ini. Dan andaikata pada ilmu-Mu sesungguhnya hal ini adalah buruk bagiku pada agama, kehidupan dan kesudahan urusanku (kini dan akan datang), maka hindarkanlah ia daripadaku dan hindarkanlah aku daripadanya. Tetapkanlah bagiku kebaikan dan jadikanlah aku redha dengannya.

ANTARA ISTIKHARAH DAN ISTISYARAH

Istikharah itu mempunyai gandingan yang memberi tambahan kemudahan. Ia dikenali sebagai Istisyarah.

Istisyarah ini bermaksud meminta pendapat mereka yang boleh dipercayai untuk membantu seseorang itu membuat keputusan.

Sheikh al-Islam Ibn Taimiyyah rahimahullah pernah berkata:

“Tidak akan menyesal seorang yang beristikharah kepada al-Khaliq (Allah) serta bermesyuarat dengan para Makhluq, serta tetap pendirian dalam keputusannya”

Biar pun para Ulama berselisih pendapat tentang mana yang patut didahulukan antara Istisyarah dan Istikharah, ia tidak menjejaskan bahagian yang perlu dimainkan oleh seorang manusia dalam proses dirinya membuat keputusan. Sebelum sampai kepada pertimbangan memilih antara dua kebaikan, seseorang yang berhajat itu mestilah mempunyai asas dalam penilaiannya agar pilihan yang ada di depan matanya adalah antara dua perkara yang harus serta sama baik. Sudah tentu, hal ini juga memerlukan dirinya untuk mengambil bahagian dengan berusaha.

Setelah beristikharah, namun hati masih berada di dalam ketidak pastian, harus baginya untuk mengulangi Solat dan Doa Istikharah itu hingga beroleh ketetapan hati dalam membuat keputusan. Di samping itu juga, dia dianjurkan beristisyarah, yakni meminta pendapat individu-individu yang dipercayai integriti dan kemahirannya dalam urusan tersebut, agar keputusan boleh dibuat.

Titik pentingnya ialah, keputusan hendaklah kita yang berhajat itu melakukannya dan bukan menyerahkan kepada Allah untuk membuat keputusan itu dan menampakkanya melalui petanda-petanda yang dicari. Di sinilah ruang untuk fitnah berlaku apabila dalam suasana hidup kita yang dibelenggu oleh pelbagai maksiat serta Iman yang teruji, kita membuka suatu ruang kosong untuk dicelah oleh tipu helah Syaitan.

Tambahan pula dalam keadaan jiwa anak muda yang selalu lemah untuk menolak kehendak diri dan sering terdorong mengikut kemahuan. Jiwanya tidak bulat meminta kepada Allah, sebaliknya bermain helah untuk mengharapkan Allah menyokong kecenderungan dirinya sendiri.

Berhentilah mencari mimpi.

Berhentilah menunggu petanda.

Beristikharah memanggil kebersamaan Allah dalam keputusan yang kita buat. Kita yang membuat keputusan itu, dengan keyakinan hasil Istikharah, bahawa keputusan yang kita buat itu adalah dengan kebersamaan Allah. Jika di kemudian hari, pada pilihan yang dibuat itu, datang mehnah yang menguji kehidupan, kita tidak akan berfikiran negatif malah berusaha untuk mencari sisi-sisi positif pada apa yang berlaku kerana keputusan yang dibuat dahulu itu adalah dengan kelengkapan Syariatullah (Istikharah) serta Sunnatullah (Istisyarah – Ikhtiar Usaha).

Pertimbangkanlah… seandainya pilihan yang disangkakan petunjuk daripada Allah itu mencetuskan mudarat, permusuhan, meninggalkan yang afdhal dan mengambil yang mafdhul… berhati-hatilah.

Ia mungkin mainan Syaitan.

“Sebahagian (daripada umat manusia) diberi hidayah petunjuk oleh Allah (dengan diberi taufiq untuk beriman dan beramal soleh); dan sebahagian lagi (yang ingkar) berhaklah mereka ditimpa kesesatan (dengan pilihan mereka sendiri), kerana sesungguhnya mereka telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin (yang ditaati) selain Allah. serta mereka pula menyangka, bahawa mereka berada di dalam petunjuk hidayah” [Al-Aa'raaf 7: 30]

KESIMPULAN

Hindarkan diri daripada kesukaran menetapkan pendirian dalam kehidupan. Was-was adalah permainan Syaitan dan penyakit jiwa yang mengundang bahaya.
Dalam hal-hal yang tiada keraguan dalam membuat pilihan keputusan, ia tidak berhajatkan kepada Istikharah.

Ketika berdepan dengan pilihan yang sukar ditentukan, gunakan pertimbangan diri untuk melihat buruk baiknya.
Jika jelas mudarat atau sudah ditentukan Haram hukumnya, maka tidak harus beristikharah.
Pada perkara yang sukar untuk dibuat keputusan, beristikharahlah kepada Allah mengikut kaifiyat Solat Istikharah dan Doa yang Ma’thur daripada Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam.

Istikharah boleh diulang beberapa kali hingga beroleh ketetapan hati untuk membuat keputusan.

Di samping itu juga beristisyarahlah dengan meminta pandangan pihak yang boleh dipercayai kewibawaannya.

Petunjuk daripada Allah ialah kemampuan hati untuk tetap pendirian membuat keputusan.
Hindarilah perbuatan menunggu mimpi atau petanda berbentuk isyarat kerana ia sangat terbuka kepada belitan Iblis.

Jauhi Bid’ah dan Syirik.

Setelah keputusan dibuat, bertawakkallah kepada Allah dan tenang dengan keputusan itu.

Seandainya timbul cabaran atau muncul sisi kekurangan pada pilihan yang dipilih, tiada fikiran negatif muncul kerana yakin adanya hikmah dan kebaikan daripada Allah.
Istikharah terbuka kepada apa sahaja urusan kehidupan yang berada di dalam ruang lingkup keharusan Syara’ dan salah jika hanya dilihat sebagai mekanisme jodoh.
Rujuklah kitab-kitab Fiqh serta panduan Sunnah dalam urusan Istikharah serta ibadah-ibadah yang lain.

Melakukan ibadah dengan hanya berpandukan hearsay adalah pintu kebinasaan dalam beragama.

JANGAN MEMAKU DI DINDING HATI ... KERANA HATI BUKAN UNTUK DILUKAI NAMUN DIBELAI DENGAN KASIH SAYANG


Terdapat sebuah cerita menarik yang dikisahkan ramai. Kisah seorang lelaki pemarah. Lelaki itu tidak dapat mengawal kemarahannya walaupun dalam situasi kecil sahaja. Marahnya sukar dibendung.

Satu ketika, bapanya menghadiahkan seguni paku. Lantas dengan hairan lelaki itu bertanya kepada ayahnya, "Apa gunanya paku-paku ini ayah?"

Ayahnya dengan tenang menjelaskan, "Setiap kali kamu marah, paku tembok batu dihadapan rumah kita dengan paku itu bagi melepaskan kemarahan kamu."

Pemuda itu mengikut pesanan ayahnya. Hari pertama sahaja pemuda itu sudah memaku sebanyak 37 batang paku di tembok batu tersebut. Selepas beberapa minggu, dia dapat mengurangkan rasa marah. Jumlah paku yang digunakan semakin hari semakin berkurang. Akhirnya, dia mendapati, lebih mudah mengawal marah daripada memukul paku yang menembusi tembok batu tersebut.Akhirnya pemuda tersebut langsung tidak marah walaupun sekali. Dia lantas dengan rasa gembira memaklumkan kepada bapanya. Bapanya terus mengucapkan tahniah dan meminta dia mencabut kembali paku itu satu persatu setiap hari. Hari berganti hari dia berjaya mencabut semua paku di tembok tersebut.

Selesai tugasannya, dia memaklumkan hal itu kepada ayahnya dengan rasa bangga. Bapanya lantas memimpin tangan lelaki itu menuju ke tembok tersebut dan berkata, "Kau melakukannya dengan baik anakku, namun lihatlah kesan lubang di tembok batu tersebut. Tembok itu tidak akan kelihatan sama lagi seperti sebelum ini.

Apabila kamu menyatakan sesuatu atau melakukan sesuatu ketika marah, pasti akan meninggalkan kesan parut dan luka sama seperti di tembok ini. Kamu boleh menikam seseorang dengan pisau dan membunuhnya. Namun luka itu masih tetap ada. Luka di hati lebih pedih daripada luka fizikal. Insan di sekeliling kita adalah permata yang sukar ditemui.
Mereka membuatkan kita ketawa dan mendorong kejayaan kita. Sahabat juga mampu menjadi seorang pendengar, berkongsi suka dan duka dan sentiasa membuka hatinya kepada kita.

Sabda Nabi dalam hadis yang lain: "Jauhilah kemarahan kerana marah adalah bara api yang menyala dalam hati anak adam". Lihatlah bagaimana jika seseorang berada dalam keadaan marah. Pasti mukanya tegang. Rasulullah menerangkan: "Kemarahan itu daripada syaitan. Sesungguhnya syaitan itu dijadikan daripada api. Api hanya dapat dipadamkan dengan air. Apabila marah dengan seseorang maka ambillah wuduk".

WANITA-WANITA YANG MUDAH DIJERAT ....


Kaum wanita patut baca yang ini untuk kebaikan mereka. Dewasa ini banyak sangat kaum wanita yang ditipu dan diperdaya oleh lelaki yang jahat. Tak kira lelaki tempatan atau warga asing dari Iran, Afrika dan dll. Penulis ambil ini dari sini kerana banyak sangat kaum wanita yang tertipu dari segi kewangan atau dijadikan hamba seks yang boleh dibaca selalu terjadi dan disiarkan di akhbar. Tak belajar ke? dan ambil iktibar ke wanita-wanita ini dari kejadian yang lepas yang sering berlaku sebelum ini! Bila dah terkena baru nak tergadah. Tapi sudah dah terlambat. Duit habis lesap puluhan ribu, mahkota tergadai dan yang tinggal hanyalah hampeh sahaja. Jika yang sedar kembalilah kepangkal jalan. Hanya orang yang bodoh sahaja yang boleh ditipu berkali-kali.

1. Wanita yang terlalu mudah mempercayai lelaki.

Dah sayang la katakan… jadi apa sahaja yang lelaki/pasangan katakan, kepercayaan adalah seratus peratus. Bukan maksud saya percaya separuh-separuh atau percaya pasangan jangan sampai 100%, tetapi maksud saya mudah percaya yang membuta-tuli dan menerima apa sahaja tanpa menggunakan akal fikiran yang waras adalah amat tidak wajar.

Contoh mudah: Pasangan anda berkerja sebagai seorang kerani dan gaji bulanannya sebanyak RM1000.00 sebulan bersih(dah ditolak KWSP dsb.). Anda pula memang tahu status kewangan dan “pattern” perbelanjaannya. Dia ada banyak tanggungjawab, bil-bil untuk dijelaskan setiap bulan dan sebagainya. Kira gajinya cukup-cukup sahaja.

Satu hari dia membelikan anda cincin emas berharga RM700.00. Anda tanya, “Mana dapat duit?”. Dia kata, lama dah simpan khas untuk “surprise”kan anda. Oklah, boleh terima.

Bila anda tengok pakaiannya pula berjenama. Dia mula “shopping sakan” dan anda pun dia belikan bermacam barangan lagi. Anda tanya lagi, “Mana dapat duit?”. Dia kata, “ada la “bisnes” dengan kawan… ” Anda pun percaya terus…

Soalan di sini, dalam senario di atas, tidakkah anda rasa musykil dan bermacam soalan lagi bermain dalam kotak fikiran tentang jawapan mudah seperti itu? Atau anda tergolong dalam wanita yang terus percaya 100% tanpa banyak soal lagi?

Ingat! Lelaki yang berterus-terang dan jujur dengan pasangannya akan menyatakan, menjelaskan dengan selengkapnya tentang apa yang ditanya atau diragui oleh pasangannya. Dia tidak akan menyembunyikan apa pun kerana baginya, wanita yang disayanginya bukan sahaja tempat berkasih, malah tempat berkongsi apa sahaja. Lagi pun, nak rahsia apa, bukan dengan orang lain?

Jadi, sekiranya ada sesuatu yang anda rasa ragu-ragu, perlu ditanya kepada pasangan anda, jangan tunggu, jangan simpan. Cuma pastikan anda bertanya kepada dia pada masa dan keadaan yang sesuailah. Percaya secara total dan “semborono” boleh meletakkan anda dalam bahaya.

Contoh dalam senario di atas tadi, menjadi rakan kongsi untuk mengedar dadah adalah maksud sebenar dia berkenaan ayat, “ada la bisnes dengan kawan…”.

Kalau ini berlaku… macamana?

2. Wanita yang “terdesak” untuk berkahwin.

Umur yang semakin lanjut membuatkan ramai wanita yang belum berpasangan risau akan status diri. Walaupun pada zaman yang semakin canggih ini, melihat wanita yang berkerjaya lewat berkahwin adalah perkara biasa, namun majoriti wanita yang semakin meningkat umurnya risau jika masih belum mempunyai pasangan hidup.

Kerisauan terhadap faktor umur yang meningkat, tekanan ibu bapa, pandangan masyarakat, dan juga kerisauan terhadap peluang untuk mendapatkan cahaya mata yang semakin kurang jika kahwin lewat mampu menyebabkan sesetengah wanita seolah-olah “terdesak” untuk mencari pasangan hidup.

Dalam keadaan seperti ini, kadangkala mereka boleh “terlepas pandang” tentang sikap, kualiti, dan peribadi lelaki yang dipilihnya itu.

Wanita yang berkahwin lewat pada zaman ini pula kebanyakannya berkerjaya secara tidak langsung membawa maksud mereka sudah mempunyai tahap kewangan yang stabil.

Ini memungkinkan mereka menjadi mangsa “buaya professional” yang sentiasa mencari peluang untuk mengambil kesempatan ke atas wanita seperti ini. Kalau anda dalam golongan wanita seperti ini, ingat… biar lambat, asal selamat!

3. Wanita “sosial”.

Ini bukan sosial dari segi terlibat dengan Mercy Malaysia ke, persatuan wanita di kawasan anda ke, atau perkara yang seumpamanyalah.

Sosial dalam hal ini ialah suka kepada “night life”, disko, berparti, “clubbing”, pergaulan bebas tanpa had dan hidup dengan falsafah “life is short, so have fun!”, atau “masa muda ni la nak rasa macam-macam..”. Fahamkan maksud saya?

Wanita-wanita ini (lebih ramainya gadis remaja), yang melibatkan diri dengan cara hidup bebas dan sosial seperti ini terang-terangan mendedahkan dan “mengiklankan” diri sendiri kepada “species” lelaki pemangsa wanita.

Bersosial tanpa batasan adalah di antara resepi utama yang menyebabkan ramai wanita dan gadis remaja ditipu sekaligus dirosakkan oleh lelaki yang tidak bertanggungjawab.

Tepuk dada, tanya selera!

4. Wanita yang tidak mementingkan ilmu.

Wanita yang mementingkan ilmu dalam konteks percintaan, perkahwinan dan memilih pasangan hidup bukanlah bermaksud wanita yang mempunyai ijazah berjela-jela dari universiti terkenal. Bukan itu sahaja. Kalau itu yang dijadikan ukuran wanita berilmu, kenapa masih terlalu ramai wanita yang ditipu, dihina, dipermainkan, dan sebagainyalah oleh lelaki yang berbahaya?

Wanita yang berilmu dalam konteks ini ialah wanita yang mampu memandu dirinya supaya tidak “terpilih” lelaki penipu dan berbahaya. Sekiranya dia “terjebak” dengan lelaki penipu/berbahaya, dia tahu apa yang perlu dilakukan atau di mana untuk mendapatkan bantuan yang sewajarnya.

Ia juga bermaksud wanita yang mengetahui hak-haknya sebagai wanita dan sebagai seorang isteri. Wanita yang berilmu juga berani “membetulkan” keadaan dan mempertahankan haknya bila perhubungan/perkahwinannya terganggu/diganggu sama ada oleh pihak ketiga atau pasangannya sendiri.

Wanita seumpama ini mampu menjadi pasangan/isteri yang sentiasa menjadi kebanggaan pasangan/suaminya sendiri dan mempunyai segala sifat sebagai seorang yang cemerlang.

Wanita seperti ini, sentiasa cintakan ilmu. Sentiasa melengkapkan dirinya dengan ilmu selagi hayat dikandung badan.

Wanita yang mempunyai segulung ijazah atau Ph.D pun boleh ditipu dan dipermainkan lelaki “species berbahaya” ini…apatah lagi jika wanita yang hanya meletakkan 100% kebahagiaannya ke atas lelaki dan langsung tidak mahu atau mengambil mudah untuk meningkatkan ilmu dalam diri?

5. Wanita yang memandang “faktor fizikal” sebagai salah satu ciri utama pada lelaki idamannya.

Mudah jatuh cinta dengan lelaki handsome? Atau mungkin juga lelaki “cute”, “macho”, dan mempunyai fizikal yang begitu menggoda hati?

Ingat..semakin “handsome”, “cute”, “sexy” seseorang lelaki itu, sebenarnya semakinlah anda sebagai wanita perlu menggandakan “sistem pertahanan” diri. Kalaulah ramai wanita boleh diperdayakan oleh lelaki yang TAK “handsome” dan seumpamanya, apatah pula risiko ditipu oleh lelaki yang “handsome”?

Ingat.. “handsome”, “cute”, dan seumpamanya itu pada seseorang lelaki sepatutnya BUKAN menjadi antara ciri-ciri utama lelaki idaman wanita. Ia sepatutnya hanya menjadi ciri-ciri “bonus” lelaki idaman wanita.

Nasihat untuk wanita yang mudah “cair” dengan lelaki seperti ini, dan menjadikan lelaki seperti ini sebagai “target” utama ciri bakal pasangan hidupnya: fikir masak-masak!

Anda mungkin sedang diperhatikan oleh “pemangsa handsome dan sexy” yang sentiasa mencari wanita untuk ditipu dan dipermainkan..

6. Wanita yang “sabar” tidak bertempat.

Wanita dalam golongan ini boleh kita katakan jenis yang selalu “makan hati berulam jantung”, atau mungkin juga dah sampai tahap “makan tangan berulam kaki”. Dia didera(fizikal atau perasaan), tidak dihargai, sentiasa diambil kesempatan oleh pasangan/suaminya namun masih tetap bersama lelaki itu walaupun dia sedar dia terseksa dan tertekan.

Soalnya di sini, bila diperlakukan sebegitu, dia hanya “berharap” pasangannya akan berubah pada satu masa nanti TANPA mengambil tindakan yang sewajarnya.

Tidak salah bersabar. Malah sabar adalah satu sikap yang baik, dituntut, terpuji, dan mulia. Namun demikian, sekiranya kesabaran itu akhirnya membawa mudarat terhadap diri sendiri, sesuatu perlu dilakukan.

Bersabar walau diperlakukan apa sahaja oleh lelaki/pasangan seperti ini seolah-olah memberi “lesen” kepadanya untuk terus mendera, menipu, dan menghina maruah wanita yang terlibat.

Ingat kata orang dulu-dulu… “sabar biarlah bertempat”.

7 TIPS BANGUN SUBUH YA ....


7 Tips mudah bangun solat Subuh !!

Sesungguhnya segala puji-pujian hanya layak bagi Allah Azza Wajalla, selawat dan salam ke atas junjungan Nabi Muhammad SAW.Antara suasana yang membimbangkan berlaku kepada kebanyakan umat Islam pada hari ini ialah gejala meninggalkan solat Subuh dan meninggalkan solat Subuh berjamaah di Masjid. Meskipun diketahui bahawa mengerjakan solat Subuh khususnya di Masjid secara berjamaah mempunyai kelebihan yang besar di sisi Islam dalam menjana kekuatan Iman namun kini ramai yang mengabaikannya. Malah di kalangan mereka yang mendokong perjuangan Islampun ramai yang kalah untuk bangun awal mengerjakan solat Subuh di Masjid.Keadaan ini adalah berpunca dari sikap suka berjaga lewat malam samada kerana melakukan aktiviti seperti menonton televisyen, bersukan, makan-makan dan berbual kosong dalam perkara yang tiada manfaat. Inilah yang selalunya menyebabkan umat Islam berjaga hingga lewat malam hingga menyebabkan mereka terlepas keberkatan yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW di awal pagi. Jika kita lihat generasi umat Islam lampau mereka sangat mengambil berat soal tidur awal agar mereka dapat bangun lebih awal untuk melaksanakan ibadah dan seterusnya bekerja di awal pagi dengan perasaan yang segar dan sihat. Oleh kerana itulah kehidupan generasi lampau di kalangan datuk, nenek dan moyang kita sentiasa sihat dan bertenaga di siang hari. Jarang sekali kita dengar mereka ditimpa penyakit atau tekanan perasaan seperti yang berlaku pada ramai orang pada hari ini.

Oleh kerana itulah Nabi SAW bersabda

:اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا

Ertinya: “Ya Allah! Berkatilah ummat ku diwaktu paginya”.

Hadis riwayat Ahmad

Bagi membantu sahabat-sahabat untuk bangun awal diwaktu pagi supaya dapat bertahajjud, solat sunat dua rakaat sebelum subuh dan solat subuh berjamaah di Masjid, di sini dinukilkan beberapa kaedah yang sedikit-sebanyak dapat membantu.Kaedah membantu diri untuk mudah bangun pagi ialah:

1) Tidur awal:

Menjadi kebiasan mereka yang tidur awal akan bangun awal dan sebaliknya mereka yang tidur lewat akan bangun lewat. Oleh kerana itu adalah makruh hukumnya tidur sebelum solat Isyak dan berbual-bual kosong dan membuang masa selepasnya hingga menyebabkan tidur lewat. Namun begitu ada keadaan yang dikecualikan untuk tidur lewat sepertimana yang disebutkan oleh Imam Al-Nawawi dalam huraiannya kepada Sahih Muslim.

Katanya: Sebab dimakruhkan berbual-bual selepas solat Isyak ialah yang membawa kepada berjaga malam dan dibimbangi akan menyebabkan tertidur nyenyak hingga tertinggal qiamullail atau terlepas solat Subuh pada waktunya atau waktu yang afdhalnya dan adalah makruh berbual-bual selepas solat Isyak iaitu dalam perkara-perkara yang tiada kemaslahatan, adapun sekiranya pada perkara yang ada maslahat dan kebaikan maka tidaklah makruh, seperti mempelajari ilmu, membicarakan kisah orang-orang soleh, berbual dengan tetamu, berbual dengan dengan ahli keluarga bagi mengeratkan hubungan dan menunaikan keperluan mereka, berbual dengan orang musafir bagi menjaga harta dan diri mereka, berbual dalam urusan mendamaikan antara manusia dan membantu mereka dalam perkara kebaikan, menyeru kepada kebaiakan dan mencegah kemungkaran, menunjukkan kepada kemaslahatan dan yang seumpamanya, semua itu tidaklah termasuk dalam perkara makruh”.

Bagi seorang Muslim yang perihatin dia berjaga malam adalah kerana aktiviti perjuangan dan ibadah dan bukannya kerana perbuatan lagho, dan jika sekiranya dia lewat tidurpun dia tetap berusaha dan memastikan bangun awal untuk ke Masjid solat berjamaah subuh.

2) Memelihara adab tidur:

Kunci kedua untuk mudah bangun di waktu subuh ialah memelihara amalan sunnah ketika tidur di waktu malam. Iaitu dengan berwudhuk, ketika di atas pembaringan duduk sambil menghimpunkan kedua-dua belah telapak tangan dan meniupkan ke atasnya selepas membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas kemudian di sapu keseluruh badan dan tidur dengan membaca doa sebelum tidur. Bagi mereka yang sukar bangun pagi, hendaklah memohon bantuan daripada ahli keluarga, kawan atau jiran bagi membantu menggerakkannya untuk bangun di awal pagi atau menyediakan jam loceng. Bagi mereka yang sudah terbiasa bangun awal di waktu subuh selalunya tidak menjadi masalah untuk bangun awal kerana secara fitrah dia akan bangun pada masanya dan tidak perlu kepada faktor luaran untuk menggerakkannya kerana seolah-olah ia sentias dibantu oleh para Malaikat untuk bangun awal.Kemudian setelah terjaga hendaklah membaca doa dan janganlah sekali-kali meneruskan tidur kerana ia akan membawa kepada terjaga lewat.

3) Memenuhkan dada dengan Iman dan ‘amal soleh:

Keimanan yang kuat adalah merupakan pendorong utama bagi seseorang melakukan sesuatu yang sukar. Mengerjakan qiamullail dan solat Subuh di Masjid adalah suatu amalan yang sukar dan ia tidak dapat dilakukan kecuali oleh mereka yang benar-benar yakin kepada janji kebaikan daripada Allah Taala. Justeru bagi meningkatkan keimanan dalam dada, seseorang itu hendaklah menambahkan amalannya dengan banyak melakukan kebaikan, kerana dengannya hati seseorang itu akan menjadi suci dan bersih yang memudahkan untuk suburnya Iman. Sebaliknya hati yang kotor akan menjadi keras dan kekerasan hati adalah menjadi penghalang kepada seseorang itu untuk melakukan amal ibadah yang sukar seperti solat Subuh berjamaah di Masjid dan qiamullail. Hati boleh menjadi keras kerana dikotori oleh sifat-sifat mazmumah seperti hasad dengki, ujub dan riak atau disebabkan makan dari sumber yang tidak halal.

4) Menjauhi perbuatan maksiat:

Maksiat adalah penghalang bangun solat Subuh dan mengerjakannya di Masjid. Justeru hendaklah kita sentiasa menjauhi segala maksiat. Seperti yang berpunca daripada mata iaitu melihat perkara yang haram seperti melihat aurat wanita, samada melalui televisyen ataupun internet. Juga yang berpunca dari lidah iaitu perbuatan mengata orang, mengeji, mengumpat dan menabur fitnah. Juga yang berpunca dari telinga seperti mendengar hiburan-hiburan haram dan umpatan serta fitnah. Mereka yang melakukan maksiat selalunya sukar untuk bangun solat Subuh atau ke Masjid kerana ia melemahkan naluri beramal soleh dan menghakis keyakinan kepada janji-janji kebaikan daripada Allah Taala. Mata, lidah dan telinga sepatutnya digunakan bagi melihat, membaca dan mendengar perkara kebaikan seperti al-Quran, al-Hadis, ceramah dan lain-lain.

5) Mengetahui kelebihan solat Subuh dan fadhilat mengerjakannya di Masjid

Hendaklah mengetahui kelebihan dan keistimewaan amalan solat subuh dan mengerjakannya di Masjid kerana dengan mengetahuinya barulah seseorang itu terdorong untuk berlumba melakukannya.

Saidina Uthman bin ‘Affan r.a meriwayatkan bahawa beliau telah mendengar Nabi SAW bersabda:

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

Ertinya: Barangsiapa yang solat Isyak secara berjamaah seumpama bangun mengerjakan qiam separuh malam dan barangsiapa mengerjakan solat Subuh secra berjamaah seumpama dia solat keseluruhan malam”.

Hadis riwayat Imam Muslim.

Ibnu Mas ‘ud r.a meriwayatkan telah diceritakan kepada Rasulullah SAW berkenaan dengan seorang lelaki yang tidur di malam hari sehingga terlajak waktu Subuh, maka baginda SAW bersabda:

ذَاكَ رَجُلٌ بَالَ الشَّيْطَانُ فِي أُذُنِهِ أَوْ أُذُنَيْهِ

Ertinya: Lelaki tersebut telah dikencing oleh syaitan di telinganya (atau kedua telinga).

Hadis riwayat Imam Al-Bukhari.

Menurut Imam Al-Qurtubi kencing syaitan adalah kencing yang hakiki dan bukan hanya simbolik. Sebab itu ada kalanya kita boleh kenal mereka yang tidak solat Subuh kerana wajahnya yang suram akibat dari kencing syaitan, berbeza dengan merek yang bangun solat Subuh di awal pagi.Kebesaran dan keagungan solat Subuh berjamaah di Masjid hendaklah dimasukkan ke dalam hati kerana ia akan menangkis bisikan syaitan yang selalu membisikkan rasa ringan meninggalkannya. Bagi para ulama dan ustaz pula hendaklah menanamkan rasa malu dan bersalah yang amat sangat jika tidak hadir solat Subuh berjamaah kerana dia adalah contoh ikutan orang awam.

6) Mengetahui kesan meninggalkan solat subuh@solat berjamaah subuh.Antara punca jiwa menjadi lemah dan hilangnya banyak daripada kelebihan agama dan dunia ialah bangun lewat dan meninggalkan fardhu subuh. Oleh kerana itulah syaitan sentiasa cuba menghalang orang yang beriman untuk mendapatkan kelebihan di waktu subuh dengan menghalangnya daripada bangun tidur.

Nabi SAW bersabda: ((Syaitan mengikat/membelenggu tengkuk di kalangan kamu yang tidur dengan tiga ikatan. Dia memukul di atas ketiga-tiga ikatan (sambil berkata) : Malam masih panjang, teruskan tidur! Jika dia bangun lalu berzikir menyebut nama Allah Taala maka terungkailah satu iakatan, jika dia berwudhuk terungkailah ikatan berikutnya dan jika dia solat maka terungkailah semua ikatan. Maka pagi itu dia akan cergas dan baik jiwanya, jika tidak dia akan berpagi dalam keadaan jelek dan malas)). HR Al-Bukhari.

Waktu selepas solat Subuh adalah waktu yang penuh dengan kebaikan dan keberkatan, justeru Nabi SAW memelihara waktu tersebut iaitu memenuhkannya dengan zikir dan baginda selalunya selepas subuh terus duduk sambil berzikir sehinggalah terbit matahari, dan kemudian baginda solat dua rakaat Dhuha.Amalan ini menjadi ikutan para ulama salafussoleh, antaranya ialah Imam Ibnu Taimiyyah yang turut melakukan amalan duduk berzikir selepas solat Subuh sehingga terbit matahari sepertimana yang dikhabarkan oleh muridnya Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah.

Waktu selepas solat Subuh adalah saat banyaknya kebaikan dan keberkatan, kerana itulah Nabi SAW berdoa:

((اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِيْ فِيْ بُكُوْرِهَا))

Maksudnya: Ya Allah berkatilah ummatku di waktu pagi!

HR Al-Tirmizi.

Oleh sebab itu kita lihat mereka yang berjaya dalam urusan dunia mereka seperti berniaga, menternak atau bertani memulakan kerja mereka di awal pagi kerana rezki terbuka luas di waktu tersebut. Begitulah juga dalam urusan akhirat waktu pagi adalah saat yang paling baik menambahkan amal ibadah. Oleh itu mereka yang mengsia-siakan waktu tersebut dengan tidur atau berehat-rehat sahaja sebenarnya telah mendapat kerugian dalam hidup mereka.Di samping kelebihan dalam kerja dan ibadah, mereka yang bangun awal juga mendapat kebaikan dari sudut kesihatan kerana udara yang dihirup di waktu subuh adalah udara yang segar dan akan hilang kesegarannya apabila terbitnya matahari. Kesegaran udara di waktu pagi ini akan mencerdaskan otak, mendamaikan jiwa dan mencergasan fizikal.

7) Menjauhi sifat-sifat munafiq.

Kehadiran diri ke Masjid di waktu subuh adalah merupakan bukti kekuatan iman seseorang Muslim dan bebasnya diri dari sifat minafiq kerana ia adalah waktu paling sukar untuk melaksanakan ketaatan.

Rasulullah SAW bersabda:

((إِنَّ أَثْقَلَ الصَّلَاةَ عَلَى المـُـنَافِقِيْنَ صَلَاةُالعِشَاءِ وَالفَجْرِ، وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِيْهِمَا لَأَتَوهُمَا وَلَوْ حَبْوًا))

Maksudnya:

(( Sesungguhnya solat yang paling berat bagi mereka yang munafik ialah solat Isyak dan solat Subuh, kalaulah mereka tahu kelebihan kedua-duanya nescaya mereka akan datang melaksanakannya meskipun dalam keadaan merangkak))

HR Al-Bukhari dan Muslim

.Abdullah bin Mas ‘ud r.a berkata: “Engkau telah melihat kami dan tidak meninggalkannya (solat Subuh) melainkan munafiq yang dimaklumi sifat nifaqnya”. Riwayat Muslim, Abu Daud, Al-Nasai dan Ibnu Majah.Ibnu Umar r.a pula berkata: “Apabila kami dapati ada lelaki yang tidak hadir solat (di Masjid) pada waktu fajar (Subuh) dan Isyak kami akan berburuk sangka terhadapnya”.

Riwayat Al-Bazzar, Al-Tobrani dan Ibnu Khuzaimah.

Oleh itu jika anda mahu mengukur secara zahir iman seseorang maka ia boleh diukur dengan keadaan solat Subuhnya. Jika dia seorang yang sangat memelihara solat Subuh dan melaksanakannya secara berjamaah di Masjid maka ia menjadi bukti kepada kekuatan imannya. Namun jika sebaliknya, dia sangat malas berjamaah di Masjid waktu subuh maka itu adalah petanda imannya yang bermasalah serta kekerasan hatinya. Ia juga menunjukkan ketundukannya kepada hawa nafsu dan kekalahannya kepada bisikan syaitan.

Seseorang yang mampu bangun untuk pergi berjamaah di waktu Subuh adalah bukti kekuatan iman seseorang kerana dia telah menang dalam peperangan dengan hawa nafsu dan hasutan syaitan supaya terus tidur.Bagi mereka yang terus tidur, apakah mereka berasa lebih seronok diulit mimpi di atas katil sedangkan ahli jamaah yang lain sedang beribadah dan mendengar bacaan Al-Quran di dalam solat di Masjid. Adalah menjadi satu kerugian yang besar bagi mereka yang tidak merasakan apa-apa kekurangan pada diri mereka sedangkan mereka terus jauh dari rahmat Allah Taala di waktu pagi.

NAJIS


PENGERTIAN NAJIS

Dari segi bahasa, najis bererti benda kotor seperti darah, air kencing dan tahi.
Dari segi syara`, najis bermaksud segala kekotoran yang menghalang sahnya solat.

PEMBAHAGIAN NAJIS

Najis dari segi ‘ainnya terbahagi kepada dua:
1. Najis haqiqiyy, iaitu benda kotor sama ada beku atau cair dan sama ada dapat dilihat atau tidak. Ia terbahagi kepada tiga:

i. Mughallazah (berat), iaitu anjing, khinzir dan yang lahir daripada kedua-duanya atau salah satunya.

ii. Mukhaffafah (ringan), iaitu air kencing kanak-kanak lelaki yang tidak makan selain menyusu dan belum mencapai umur dua tahun.

iii. Mutawassitah (pertengahan), iaitu selain dari dua jenis di atas seperti darah, nanah, tahi dan sebagainya.

Semua bangkai binatang adalah najis kecuali ikan dan belalang. Kulit bangkai binatang menjadi suci apabila disamak kecuali kulit khinzir, anjing dan yang lahir daripada kedua-duanya atau salah satunya.

2. Najis hukmiyy, iaitu kekotoran yang ada pada bahagian tubuh badan iaitu hadath kecil yang dapat dihilangkan dengan berwudhu’ dan hadath besar (janabah) yang dapat dihilangkan dengan mandi, atau tayammum apabila ketiadaan air atau uzur daripada menggunakan air.

NAJIS YANG DIMAAFKAN

Tiada sebarang najis yang dimaafkan. Walaupun begitu, syara` memberi kemaafan terhadap kadar benda najis yang sedikit yang sulit untuk dielakkan, begitu juga untuk memudahkan dan bertolak ansur kepada umatnya. Oleh yang demikian, najis-najis berikut adalah dimaafkan:

1. Najis yang tidak dapat dilihat oleh pandangan sederhana seperti darah yang sedikit dan percikan air kencing.

2. Darah jerawat, darah bisul, darah kudis atau kurap dan nanah.

3. Darah binatang yang tidak mengalir darahnya seperti kutu, nyamuk, agas dan pijat.

4. Tempat berbekam, najis lalat, kencing tidak lawas, darah istihadhah, air kurap atau kudis.


CARA MENYUCI NAJIS

Cara menghilangkan najis ialah dengan beristinja’, membasuh dan menyamak.
Cara menyucikan najis haqiqiyy pula adalah seperti berikut:
1. Najis mughallazah (berat)

Hendaklah dihilangkan ‘ain najis itu terlebih dahulu, kemudian barulah dibasuh dengan air sebanyak tujuh kali, salah satu daripadanya bercampur dengan tanah sehingga hilang sifatnya (warna, bau dan rasa).

2. Najis mutawassitah (pertengahan)

Hendaklah dihilangkan ‘ain najis itu terlebih dahulu, kemudian barulah dibasuh tempat kena najis dengan air sehingga hilang sifatnya (warna, bau dan rasa).

3. Najis mukhaffafah (ringan)

Hendaklah dihilangkan `ain najis itu terlebih dahulu, kemudian cukup sekadar direnjiskan atau dialirkan air ke atasnya.

· Untuk menyucikan najis hukmiyy iaitu yang tiada warna, bau dan rasa ialah dengan mengalirkan air ke atas tempat yang terkena najis tersebut.

MENYAMAK KULIT


1. Tujuan menyamak ialah untuk menyucikan kulit yang najis (bangkai).

2. Hukum menyamak kulit adalah harus.

3. Menyamak tidak tertentu kepada orang Islam sahaja bahkan orang kafir pun boleh menyamak asalkan ia mengikut cara yang dilakukan oleh orang Islam.

4. Hubungan menyamak kulit dengan kehidupan manusia:

Untuk menambahkan ekonomi bagi mereka yang melakukannya.
Untuk mengelakkan daripada pembaziran.
5. Hanya kulit sahaja yang boleh disamak, tidak boleh pada kuku, gigi dan tulang.

6. Takrif dan pengenalan bangkai :

Binatang yang halal dimakan yang mati tidak disembelih mengikut cara-cara Islam.
Binatang yang haram dimakan yang mati sama ada disembelih atau tidak, tetap ia menjadi bangkai.
7. Binatang-binatang yang mati termasuk dalam jumlah bangkai:-

Binatang yang disembelih dengan menggunakan tulang.
Binatang yang disembelih oleh orang Majusi (orang yang menyembah api)
Sembelihan orang-orang yang berihram (Ihram haji atau umrah)
8. Binatang yang tidak suci kulitnya walaupun disamak:

Babi
Anjing
Anak yang dilahirkan daripada perkahwinan di antara anjing dan babi
Anak yang dilahirkan daripada perkahwinan binatang yang halal dengan anjing atau babi.
9. Alat-alat yang digunakan untuk menyamak kulit iaitu sesuatu yang tajam rasanya atau kelat seperti tawas, cuka, asam, limau dan sebagainya.

10. Cara menyamak kulit binatang :

Terlebih dahulu hendaklah disiat kulit binatang daripada anggota badan binatang (setelah disembelih)
Dicukur semua bulu-bulu dan dibersihkan segala urat-urat dan lendir-lendir daging dan lemak yang melekat pada kulit.
Kemudian direndam kulit itu dengan air yang bercampur dengan benda-benda yang menjadi alat penyamak sehingga tertanggal segala lemak-lemak daging dan lendir yang melekat di kulit tadi.
Kemudian diangkat dan dibasuh dengan air yang bersih dan dijemur.
11. Kulit yang disamak itu haram dimakan kerna boleh mendatangkan mudarat pada anggota badan manusia.


12. Maksud perkataan suci zahir dan batin pada menyamak kulit binatang:

Suci pada zahir itu ialah ialah sebelah luar tempat tumbuh bulu yang telah dicukur dan kulit itu melekat pada daging.
Suci pada batin ialah di sebelah dalam kulit yang bermakna kulit itu dibelah maka bekas belahan itu suci.
13. Bulu-bulu binatang yang telah disamak dan terlekat pada kulit kiranya sedikit adalah dimaafkan.

14. Hubungan menyamak kulit binatang dengan ilmu-ilmu yang lain:

Pada Ilmu Muamalat kulit yang telah disamak boleh dijualbeli.
Pada Ilmu Jinayat kulit yang telah disamak boleh dipotong tangan apabila dicuri.
Pada Ilmu Faraid kulit yang telah disamak boleh dipusakakan
15. Kesimpulan ialah menyamak kulit binatang adalah bertujuan menyucikan kulit.


( Kitab Matlaal Badrain - Syeikh Daud Fattani )

JENIS-JENIS AIR .....


Air dari segi hukum terbahagi kepada tiga jenis, Iaitu:

1. Air yang suci dan boleh menyucikan benda lain. Ia terbahagi kepada dua:

a) Air Mutlaq:

Air yang suci lagi menyucikan ialah air mutlaq yang kekal dengan sifat asal kejadiannya yang telah dijadikan oleh Allah s.w.t.

Air tersebut masih dikatakan air mutlaq walaupun ia sudah berubah disebabkan lama terbiar , disebabkan tanah, lumut dan tempat bertakung atau tempat mengalirnya mengandungi belerang . Hal ini kerana air itu sukar untuk dielakkan daripada perkara tersebut .

Dalil yang menunjukkan kesucian air mutlaq, sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud :

"Daripada Abu Hurairah r.a.h. katanya , seorang Badwi berdiri lalu terkencing di dalam masjid, kemudian para sahabat pergi mencegahnya . Lalu Rasulullah s.a.w. bersabda, biarkan dia dan curahkanlah di atas air kencingnya setimba air . Sesungguhnya kamu disuruh untuk mempermudahkan bukan menyusahkan" .

Perintah Rasulullah s.a.w. supaya menjiruskan air ke tempat air kencing tersebut adalah dalil yang menunjukkan bahawa air tersebut mempunyai sifat menyucikan.
b) Air Musyammas:

iaitu air yang suci lagi menyucikan tetapi makruh menggunakannya.
Air yang suci lagi menyucikan yang lain tetapi makruh digunakan pada tubuh badan tidak pada pakaian.
Air Musyammas bermaksud air yang panas yang terdedah kepada cahaya matahari iaitu pada negeri-negeri yang beriklim panas yang mana ia boleh mendatangkan karat seperti besi, tin dan lain-lain yang mana ia memberi mudharat apabila terkena kulit atau tubuih badan menyebabkan ianya sopak, kusta dan sebagainya. Sebagaimana Sabda Rasullah s.a.w. yang bermaksud :-

"Dari Aisyah sesungguhnya ia telah memanaskan air pada cahaya matahari maka telah bersabda Rasullah s.a.w kepadanya janganlah engkau berbuat demikian wahai Aisyah sesungguhnya air yang dijemur itu dapat menimbulkan penyakit sopak." (Riwayat Baihaqi)
2. Air yang suci tetapi tidak boleh menyucikan benda lain. Ia terbahagi kepada dua:

a) Air Musta'amal:

Iaitu air yang suci pada dirinya tetapi tidak menyucikan yang lain yang mana maksudnya dengan perkataan air itu boleh diminum tetapi tidak sah dipakai untuk menyucikan sesuatu.

Yang dikatakan air Musta'amal pada mengangkatkan hadas ialah basuh kali yang pertama pada mandi atau wudhu' yang wajib dan sudah bercerai daripada anggota.
Yang dikatakan air Musta'amal pada menghilangkan najis iaitu jika air itu tidak berubah dan tidak bertambah.
Air daripada pokok-pokok dan air buah-buahan seperti daripada pucuk kelapa yang dibuat nira atau akar-akar kayu.
Air yang berubah ada dua cara :-

Berubah dengan Taqdiri - Air yang berubah dengan Taqdiri iaitu air yang berubah hanya pada Taqdir sahaja yang tidak dapat dilihat akan perubahannya.
Berubah dengan Hissi - Air yang berubah pada Hissi iaitu berubah air itu dengan sesuatu yang dapat dilihat akan perubahannya.
- Cara mentaqdirkan hukum air yang bercampur dengan sesuatu yang sama rupanya dengan seperti air mawar yang telah hilang bau, rasa dan warnanya.

- pada bau hendaklah ditaqdirkan dengan bau kemenyan Arab.
- pada rasa hendaklah ditaqdirkan dengan rasa delima.
- pada warna hendaklah ditaqdirkan dengan warna anggur.

Jika berubah dengan taqdir ini maka hukumnya air musta'amal dan jika tidak berubah dengan taqdir ini maka hukumnya air mutlak.

Air yang bercampur itu ada dua cara :-

Majawir
Bercampur dengan cara Mujawir iaitu air yang berubah dengan sebab termasuk di dalamnya dengan sesuatu yang dapat dipisahkan daripada air, contohnya sebuah baldi yang penuh dengan air termasuk di dalamnya sebatang kayu cendana dan kayu itu boleh dipisahkan daripada air tersebut, maka hukum air itu ialah air mutlak.
Mukhalit
Bercampur dengan cara Mukhalit iaitu benda yang masuk ke dalam air itu tidak dapat dipisahkan daripada air, contohnya sebuah baldi yang penuh dengan air maka termasuk ke dalamnya nila maka dihukumnya air Musta'amal.
b) Air Muqayyad:

Air yang bercampur dengan sesuatu yang suci yang mengubah salah satu sifatnya (warna, rasa dan bau) menyebabkan ia tidak dipanggil air mutlaq lagi seperti air yang dicampur dengan madu, sirap dan lain-lain.
3. Air yang najis atau mutanajjis, iaitu air yang terkena benda najis. Ia terbahagi kepada dua:


a) Air yang sukatannya kurang dari dua kolah dan terkena benda najis kecuali yang dimaafkan, sama ada berubah sifat (warna, rasa dan bau) atau tidak.

b) Air yang sukatannya lebih dari dua kolah dan berubah sifat (warna, rasa dan bau) sama ada perubahan itu sedikit atau banyak.

Ukuran air dua kolah itu ialah sebagai berikut :-
Kalau dikira dengan tin minyak tanah, maka air dua kolah itu adalah sebanyak 9 2/3 tin
Kalau dikira dengan timbangan, maka berat air dua kolah itu adalah seberat 162.72 kg.
Kalau dikira dengan ukuran tempat empat persegi, maka air dua kolah itu memerlukan tempat yang berukuran 60 x 60 cm.